Dark/Light Mode

Korban Tewas Dikhawatirkan Tembus 60

Balita Usia 3 Tahun Jadi Korban Christchurch Ke-50

Minggu, 17 Maret 2019 10:47 WIB
Mucad Ibrahim (Foto: The Sun)
Mucad Ibrahim (Foto: The Sun)

RM.id  Rakyat Merdeka - Balita berusia 3 tahun yang meninggal dalam pelukan ayahnya dalam tragedi penembakan di masjid di kawasan Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3), akhirnya menjadi korban tewas ke-50 dalam insiden tersebut. Bocah bernama Mucad Ibrahim itu juga tercatat sebagai korban termuda aksi brutal Brenton Tarrant. 

Mucad tertembak saat Tarrant menembaki jemaah Shalat Jumat di Masjid Al Noor. Dalam kondisi mencekam, kakaknya yang bernama Abdi, lari bersama sang ayah. Mereka terpisah. 

Baca juga : Bulan Sabit Merah Minta Pemerintah Evakuasi Sementara WNI Dari Christchurch

Pihak keluarga telah menjelajahi daftar korban di RS Christchurch. Namun, tak menuai hasil. "Semua orang bilang, Mucad sudah mati. Kondisinya sulit," ujar Abdi, seperti dilansir The Sun.

Dokter ahli jantung Amjad Hamid (57) yang hijrah dari Palestina 33 tahun lalu, hingga kini belum diketahui keberadaannya. "Ini sungguh mengerikan. Kami datang ke sini, berharap menemukan masa depan yang lebih baik. "

Baca juga : Lilik Abdul Hamid, WNI Tewas Korban Tragedi Christchurch

Sampai tadi malam, 50 korban terkonfirmasi meninggal dunia. Aparat masih menelusuri Masjid Al Noor yang menjadi sasaran tembak pertama Tarrant, untuk mencari jasad korban. Dikhawatirkan, korban tragedi kemanusiaan ini tembus ke angka 60. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.