Dark/Light Mode

Perusahaan Indonesia Dan Ethiopia Perlu Saling Berbagi Info Potensi Kerja Sama

Kamis, 26 Nopember 2020 22:54 WIB
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur (Foto: KBRI Addis Ababa)
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur (Foto: KBRI Addis Ababa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Capaian kerja sama ekonomi Indonesia dengan Ethiopia yang ada sekarang belum menunjukkan potensi yang sesungguhnya. Masih sangat besar peluang kerja sama kedua negara yang belum digali dan dimanfaatkan. 

Ini disebabkan karena konektivitas dan pengetahuan pelaku ekonomi kedua negara tentang potensi tersebut masih sangat terbatas. Oleh karena itu, saling berbagai informasi oleh perusahaan dan pelaku ekonomi kedua negara sangat penting dan dibutuhkan. 

Berita Terkait : Dubes RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur Beri Pesan Di Hari Pahlawan

Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, pada pembukaan Indonesia-Ethiopia, Optimizing Trade Opportunity, 1st Business and Trade Meeting 2020, yang dilakukan secara visual Kamis (26/11). Acara tersebut diselenggarakan Indonesia Trade, Tourism and Investment Club (ITTIC) yang dipimpin Tito Loho, bekerja sama dengan KBRI Addis Ababa dan Kedutaan Besar Ethiopia di Jakarta. 

Hadir sebagai pembicara antara lain Duta Besar Dewano Kedir, Permanent Secretary Kementerian Luar Negeri Ethiopia; Lealem Tilahun, Dirjen Promosi Perdagangan dan Pariwisata Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri Ethiopia; Admasu Tsegaye, Duta Besar Ethiopia untuk Jakarta dan pengusaha terkemuka kedua negara. Pembicara dari perusahaan Indonesia antara lain dari PT Bio Farma, PT Kalbe Farma, PT Kimia Farma, Sido Muncul Tbk, PT Mensa, dan PT Sarandi Karya Nugraha. Sementara pembicara dari Ethiopia berasal dari perusahaan produk kulit, bunga, madu dan biji-bijian.  

Baca Juga : Bank DKI Dukung Layanan Digital Petrokimia Gresik

“Saya yakin, acara yang diikuti oleh sekitar 200 orang itu sangat bermanfaat bagi pengusaha kedua negara dan akan segera kita tindak lanjut dengan pertemuan-pertemuan teknis antarpengusaha sesuai dengan bidang bisnis masing-masing,” ujar Al Busyra Basnur. [USU]