Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Terbesar Di ASEAN, PLTS Terapung Cirata, Realisasi Kerja Sama RI Dan UEA
Kamis, 17 Desember 2020 23:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi (KBRI Abu Dhabi) terus mengawal realisasi investasi perusahaan-perusahaan dari Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia. Yakni, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung 145 MW di Cirata, Jawa Barat, yang diresmikan melalui acara seremoni Kamis (17/12/2020) di lokasi proyek tersebut.
PLTS Cirata ini merupakan satu di antara 11 kesepakatan bisnis yang dipertukarkan di hadapan Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi pada Januari lalu.
Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis menyatakan, KBRI Abu Dhabi akan terus mengawal hasil-hasil positif yang dicapai kedua negara. Peresmian Proyek PLTS Terapung 145 MW senilai 129 juta dolar AS ini merupakan langkah awal. Proyek PLTS terapung ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga : RI Dan UEA Perkuat Kerja Sama Ekonomi
"Kami berharap Masdar, selaku investor UEA dan mitra PJB dalam proyek ini, dapat terus melakukan ekspansi dan membangun pembangkit listrik lainnya di Indonesia,” ujar Husin.
Peresmian proyek PLTS Terapung, akan menjadi salah satu kick off proses persiapan pembangunan pembangkit listrik di Waduk Cirata. Untuk tahap awal, PT Pembangkit Jawa Bali Solar Masdar Energi akan menempatkan water station untuk mengumpulkan data sebagai persiapan dari proses pembangunan pembangkit.
Hasil dari listrik akan masuk ke jaringan transmisi PLN yang akan dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ini merupakan pembangkit listrik tenaga surya terbesar kedua di dunia dan terbesar di Asia Tenggara. "Keberadaan proyek investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia terbuka bagi investor asing dan berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan yang ada," sambung Husin dalam keterangannya.
Baca juga : Erick: Investor Jepang Minat Kerja Sama Dengan BUMN
Terpisah, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri menyampaikan selamat atas terlaksananya peresmian itu. "Atas nama Pemerintah Uni Emirat Arab saya mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia, Masdar, PT PJBI dan PT PLN atas terlaksananya peresmian Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Cirata, Jawa Barat," kata Abdullah Al Dhaheri dalam peresmian tersebut.
"Ini investasi pertama Uni Emirat Arab di bidang Energi Baru Terbaru di Indonesia, dan ini merupakan manifestasi kuatnya hubungan kedua negara," sambungnya. Ia berharap PLTS Terapung Cirata dapat berkontribusi pada pemenuhan target pemanfaatan EBT Indonesia.
Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah menetapkan target pemanfaatan EBT sebanyak 23% dalam bauran energi nasional pada 2025. Sayangnya, hingga tahun 2019, realisasi EBT di Indonesia baru mencapai 9,15 persen.
Baca juga : Perangi Covid-19, CEPI Dan RI Kerja Sama Vaksin
Hadir dalam seremoni tersebut Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta Wakil Ketua Komisi VII DPR dan instansi terkait lainnya.
Peresmian proyek PLTS Terapung 145 MW merupakan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-UAE Week 2020, yang berlangsung pada tanggal 15 hingga 21 Desember 2020 di Indonesia.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya