Dark/Light Mode

Desak Transisi Kekuasaan Secara Damai

Pemimpin Dunia Kecam Aksi Brutal Massa Pro Trump Di Kuil Demokrasi AS

Kamis, 7 Januari 2021 07:55 WIB
Massa Pro Trump menduduki Gedung Capitol, AS mendesak pembatalan kemenangan Joe Biden di Pilpres 3 November 2020, Rabu (6/1). (Foto: Getty Images)
Massa Pro Trump menduduki Gedung Capitol, AS mendesak pembatalan kemenangan Joe Biden di Pilpres 3 November 2020, Rabu (6/1). (Foto: Getty Images)

 Sebelumnya 
Venezuela

Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa kekerasan yang terjadi di kota Washington, AS. Serta mengutuk polarisasi politik, dan berharap rakyat Amerika dapat membuka jalan baru menuju stabilitas dan keadilan sosial.

Norwegia

Baca juga : Sandi Saranin Pengusaha Tak Asal PHK Di Tengah Pandemi

PM Norwegia Erna Solberg menilai, serangan di Gedung Capitol tidak dapat diterima. "Presiden Trump harus bertanggung jawab untuk menghentikan ini. Foto-fotonya menakutkan. Sulit dipercaya, ini terjadi di AS," paparnya.

Irlandia

Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney menyebut adegan di Washington sebagai serangan yang disengaja terhadap demokrasi oleh petahana dan pendukungnya. 

Baca juga : Yasonna: Permintaan Mereka Kami Berikan Tanpa Diminta

"Mereka mencoba untuk membatalkan pemilihan yang bebas & adil! Dunia sedang menonton! Kami berharap ketenangan dapat segera dipulihkan," kata Coveney.

Argentina

Presiden Argentina Alberto Fernandez mengecam tindakan kekerasan yang serius dan penghinaan terhadap Kongres yang terjadi hari ini di Washington DC.

Baca juga : Kemenangan Jokowi-Amin Jadi Sorotan Warga Dunia

"Kami percaya, akan ada transisi damai yang menghormati keinginan rakyat. Kami mengungkapkan dukungan terkuat kami untuk Presiden terpilih Joe Biden," cetusnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.