Dark/Light Mode

Sputnik V Jadi Vaksin Corona Ke-4 Terbanyak Diproduksi Di Dunia

Minggu, 10 Januari 2021 10:01 WIB
Vaksin Corona. (Foto: ist)
Vaksin Corona. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Institut masuk ke dalam jajaran tujuh besar merek vaksin Covid-19 yang paling banyak diproduksi di dunia.

Pusat Inovasi Kesehatan Duke Global mencatat produksi vaksin Sputnik V sebanyak 504 juta dosis per Desember 2020. Dari total produksi tersebut, vaksin Sputnik V akan dikirimkan ke beberapa negara pemesan seperti India, Brazil, dan Meksiko.

Berita Terkait : BPK Segera Audit Pengadaan Vaksin Covid-19

Banyak negara sudah menjalin komitmen dengan Rusia untuk membeli vaksin Sputnik V, seperti India (100 juta dosis), Brazil (50 juta dosis), Uzbekistan (35 juta dosis), dan Meksiko (32 juta dosis). Selain itu, ada Nepal dan Mesir yang telah memiliki komitmen untuk memesan 25 juta dosis vaksin Sputnik V.

Kemudian negara lain yang tertarik memesan vaksin Sputnik V ialah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Argentina, hingga Filipina. Banyaknya jumlah pesanan Sputnik V membuktikan vaksin Covid-19 asal Rusia telah menjadi primadona bagi banyak negara di dunia.

Berita Terkait : Rusia-Vietnam Kerja Sama Produksi Vaksin Sputnik V

Selain membeli langsung, ada beberapa negara yang menjalin kerja sama produksi vaksin Sputnik V. Misalnya, GL Rapha asal Korea Selatan bersama dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah menyetujui untuk memproduksi lebih dari 150 juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik V per tahun.

"Sputnik V didasarkan pada platform vektor adenoviral manusia yang aman dan efektif," kata CEO Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Berita Terkait : Dikawal Brimob, 20 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Tiba Di Jambi

Berikut ini tujuh besar merek vaksin Covid-19 dengan produksi terbanyak di dunia menurut laporan Pusat Inovasi Kesehatan Duke Global; pertama, AstraZeneca-Universitas Oxford (2,8 miliar dosis), kedua Novavax (1,3 miliar dosis), ketiga Pfizer-BioNTech (923 juta dosis), keempat Sputnik V (504 juta dosis), kelima Moderna (491 juta dosis), keenam Sinovac (289 juta dosis), ketujuh Sinopharm (70 juta dosis). [DIT]