Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sputnik V Jadi Vaksin Corona Ke-4 Terbanyak Diproduksi Di Dunia
Minggu, 10 Januari 2021 10:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Institut masuk ke dalam jajaran tujuh besar merek vaksin Covid-19 yang paling banyak diproduksi di dunia.
Pusat Inovasi Kesehatan Duke Global mencatat produksi vaksin Sputnik V sebanyak 504 juta dosis per Desember 2020. Dari total produksi tersebut, vaksin Sputnik V akan dikirimkan ke beberapa negara pemesan seperti India, Brazil, dan Meksiko.
Baca juga : Tetap Terapkan Prokes Di Rumah!
Banyak negara sudah menjalin komitmen dengan Rusia untuk membeli vaksin Sputnik V, seperti India (100 juta dosis), Brazil (50 juta dosis), Uzbekistan (35 juta dosis), dan Meksiko (32 juta dosis). Selain itu, ada Nepal dan Mesir yang telah memiliki komitmen untuk memesan 25 juta dosis vaksin Sputnik V.
Kemudian negara lain yang tertarik memesan vaksin Sputnik V ialah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Argentina, hingga Filipina. Banyaknya jumlah pesanan Sputnik V membuktikan vaksin Covid-19 asal Rusia telah menjadi primadona bagi banyak negara di dunia.
Baca juga : Trump Di Ujung Tanduk
Selain membeli langsung, ada beberapa negara yang menjalin kerja sama produksi vaksin Sputnik V. Misalnya, GL Rapha asal Korea Selatan bersama dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah menyetujui untuk memproduksi lebih dari 150 juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik V per tahun.
"Sputnik V didasarkan pada platform vektor adenoviral manusia yang aman dan efektif," kata CEO Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Baca juga : Jokowi Sabar Menunggu
Berikut ini tujuh besar merek vaksin Covid-19 dengan produksi terbanyak di dunia menurut laporan Pusat Inovasi Kesehatan Duke Global; pertama, AstraZeneca-Universitas Oxford (2,8 miliar dosis), kedua Novavax (1,3 miliar dosis), ketiga Pfizer-BioNTech (923 juta dosis), keempat Sputnik V (504 juta dosis), kelima Moderna (491 juta dosis), keenam Sinovac (289 juta dosis), ketujuh Sinopharm (70 juta dosis). [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya