Dark/Light Mode

Israel Tolak Berikan Vaksin Untuk Petugas Medis Palestina

Selasa, 19 Januari 2021 07:50 WIB
Petugas kesehatan Palestina mengambil sampel virus Corona di sebuah pusat kesehatan di Rafah, di Jalur Gaza selatan, pada 5 Januari 2021 lalu. [Foto: Abed Rahim Khatib / Flash90]
Petugas kesehatan Palestina mengambil sampel virus Corona di sebuah pusat kesehatan di Rafah, di Jalur Gaza selatan, pada 5 Januari 2021 lalu. [Foto: Abed Rahim Khatib / Flash90]

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel menolak permintaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), agar membantu memberikan vaksin virus Corona untuk para tenaga medis Palestina, dengan alasan persediaan mereka terbatas.

Berdasarkan laporan Reuters, menurut data perwakilan WHO di Palestina, ada 8.000 tenaga medis setempat yang terinfeksi Covid-19. Pemerintah Palestina sudah mengajukan permintaan resmi kepada Israel untuk membantu memberikan 10.000 dosis vaksin Covid-19 bagi tenaga medis. Permohonan itu disampaikan, karena vaksin bantuan WHO dan yang dibeli dari sejumlah perusahaan farmasi belum tiba.

Berita Terkait : PBNU Tolak Tegas Kampanye Anti Vaksin Covid-19

"Israel mengabaikan tugas mereka sebagai pihak penjajah dan melakukan diskriminasi rasial terhadap rakyat Palestina berkenaan penyediaan vaksin," tulis Kementerian Luar Negeri Palestina dalam pernyataannya, seperti juga dikutip Pars Today.

Ditegaskan, upaya pemerintah Palestina menyediakan vaksin Covid-19 dari berbagai pihak, bukan berarti Israel bisa lepas tangan terkait penyediaan vaksin bagi rakyat Palestina.

Berita Terkait : Joe Biden Terima Vaksin Dosis Kedua Hari Ini

Persediaan vaksin virus Corona di Israel dilaporkan cukup untuk seluruh warga Israel. Sementara pemerintah Palestina baru akan mengikat kesepakatan pembelian vaksin untuk para penduduk di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sampai saat ini, tercatat ada 165.250 kasus infeksi Covid-19 di Palestina. Dari jumlah itu, 1.735 pasien meninggal dunia.

Berita Terkait : Pengrajin Tempe Mogok Produksi

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyebutkan, bahwa 4.400 penduduk Palestina yang ditahan di penjara Israel juga dalam kondisi memprihatinkan. [RSM]