Dark/Light Mode

Ketua Parlemen Iran: Referendum, Solusi Politik Untuk Palestina

Selasa, 19 Januari 2021 07:23 WIB
Mohammad Bagher Ghalibaf [Foto: Pars Today]
Mohammad Bagher Ghalibaf [Foto: Pars Today]

RM.id  Rakyat Merdeka - Perjuangan Palestina adalah cita-cita Abad 21 bagi Dunia Islam. Hal itu disampaikan Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf pada Konferensi Internasional Membela al-Quds, yang diselenggarakan oleh Parlemen Iran secara virtual, Senin (18/1/2021).

“Poros Amerika-Zionis mengejar skenario memecah negara-negara Muslim di kawasan, bersamaan dengan pengusiran warga Palestina dari tanah leluhur mereka, serta yahudisasi dan penghancuran Masjid al-Aqsa,” ujarnya, seperti dikutip Pars Today.

Baca Juga : Jokowi Dengar Keluhan Rakyat

“Kejahatan terus menerus oleh rezim teroris Zionis terhadap rakyat Palestina yang tertindas terutama di Jalur Gaza, tidak akan terhapus dari memori sejarah,” kata Ghalibaf dalam pidatonya.

Dia juga mengkritik sikap bungkam beberapa penguasa dunia Muslim, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia dalam menghadapi kejahatan rezim Zionis.

Baca Juga : Raffi Dan Ahok Tidak Akan `Di-Rizieq-kan`

“Sambil mendukung solusi perlawanan sebagai sebuah hak yang sah, Iran menekankan solusi politik Palestina dengan menggelar referendum di antara penduduk asli Palestina oleh PBB. Referendum ini harus diikuti penduduk asli dari kalangan Muslim, Kristen, dan Yahudi,” imbuhnya.

Namun, lanjut Ghalibaf, rezim Zionis telah membuktikan, mereka hanya memahami bahasa kekerasan.

Baca Juga : Top, Airlangga Bersedia Donor Plasma Konvalesen

Konferensi Internasional Membela al-Quds ini dihadiri oleh perwakilan dari Turki, Malaysia, Indonesia, Yaman, Pakistan, Aljazair, Afghanistan, Qatar, Tunisia, Lebanon, Bolivia, Venezuela, Irak, Suriah, Afrika Selatan, dan Palestina. [RSM]