Dark/Light Mode

Demi Penelitian, Rela Tak Mandi 5 Tahun

Selasa, 19 Januari 2021 16:48 WIB
James Hamblin
James Hamblin

RM.id  Rakyat Merdeka - James Hamblin, seorang peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Yale University, melakukan eksperimen yang terbilang nyeleneh. Dia rela tidak mandi selama lima tahun, demi penelitian tentang hubungan antara mandi dengan kesehatan seseorang.

Lantas, apa yang dirasakan Hamblin setelah berhenti mandi. "Saya merasa baik-baik saja. Jadi terbiasa. Rasanya biasa saja," katanya seperti dilansir BBC, kemarin.

Keputusannya berhenti mandi dimulai dari keingintahuan. "Saya ingin memahami apa yang akan terjadi. Seiring berjalannya waktu, badan semakin terbiasa, jadi tak begitu bau, walaupun Anda tak pakai deodoran atau sabun. Kulit Anda juga tidak begitu berminyak," katanya.

Baca Juga : Perpusnas Berkomitmen Kembangkan Sumber Daya Perpustakaan Politeknik STIA LAN

Hamblin juga menulis untuk majalah Amerika, The Atlantic yang diterbitkan pada 2016, dengan artikel berujudul: I Quit Showering, and Life Continued. "(Kalau dihitung) Kita menghabiskan dua tahun penuh untuk mandi, berapa banyak waktu (juga uang dan air) yang terbuang," tulisnya.

Meski demikian, Hamblin tetap menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan juga sikat gigi. Namun akademisi ini meyakini, ada kebersihan bagian tubuh lain yang tidak perlu dilakukan secara rutin.

Lebih lanjut ia menerangkan, bau badan adalah produk bakteri yang ada di kulit dan hidup dari keringat dan bagian berminyak tubuh manusia. Dengan menggunakan produk kulit dan rambut setiap hari, menurut Hamblin, keseimbangan antara minyak di kulit dan bakteri terganggu.

Baca Juga : Menag Minta Jemaah Haji Dapat Prioritas Vaksinasi

"Bila Anda sering mandi, Anda menghancurkan ekosistem," tulisnya.

Hamblin mengatakan ia tidak punya landasan untuk mengemukakan bahwa tindakannya salah dan benar, atau mengajak orang lain melakukan apa yang dia lakukan. Tapi apa yang ia lakukan berhasil.

"Namun bagi mereka yang punya masalah kulit atau ingin mencoba, saya bisa katakan mulai dengan perlahan dan bertahap sampai anda merasa nyaman," tuturnya.

Baca Juga : Greysia/Apriyani Garang, Leo/Daniel Tekuk Unggulan Denmark

Contohnya, kurangi sampo sebagai langkah awal, atau pakai deodoran yang lebih ringan. "Anda bisa mulai dengan mandi lebih sebentar dan lebih jarang serta memakai sabun lebih sedikit," pungkasnya. [MEL]