Dark/Light Mode

Demi Cari Konsepsi Pemilu Ideal

NasDem Rela Gelar Blusukan Ke Daerah

Minggu, 17 Januari 2021 08:40 WIB
Bendera Partai NasDem (Foto: Istimewa)
Bendera Partai NasDem (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rancangan Undang-Undang Pemilu kerap menjadi pembicaraan hangat, meski Pemilu 2024 masih jauh. Sebabnya, hal ini menyangkut eksistensi partai politik ke depan. Untuk persoalan yang satu ini, Partai Nasional Demokrat (NasDem) tak mau kecolongan. 

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai NasDem Bidang Ideologi Organisasi dan Keanggotaan, Deny Ramanta mengakui, ada dua agenda penting yang saat ini menjadi fokus partainya usai Pilkada serentak. Pertama, konsentrasi untuk menyempurnakan kepengurusan hingga ke desa. Kedua, mengenai konsepsi Pemilu yang bakal tertuang dalam Undang-Undang Pemilu. 

Mengingat sangat pentingnya konsepsi Pemilu, Partai Nasdem sampai terjun ke daerah-daerah untuk meminta pendapat, sekaligus untuk mendalami sistem pemilu yang cocok bagi Partai Nasdem di Pemilu 2024. Ini penting, karena opsi-opsi sistem pemilu yang ditawarkan bermacam-macam. Mulai dari yang sistem proporsional tertutup, proporsional semi terbuka, dan proporsional terbuka. 

Baca Juga : Kader Yang Militan Janganlah Dilupakan

Belum lagi mengenai sistem konversi kursi yang ditawarkan juga sangat beragam. Ada yang model Kuota Hare dan Sainte Lague. 

Dijelaskan, Kuota Hare seperti yang digunakan pada Pemilu 2014 adalah metode konversi suara dengan cara dihitung berdasarkan jumlah total suara yang sah (vote atau v), dibagi jumlah kursi yang disediakan dalam suatu distrik (seat atau s). Sedangkan Sainte Lague adalah pembagian suara partai politik yang paling besar, dibagi ganjil seperti 1,3,5,7, dan seterusnya. 

Berikutnya mengenai besaran angka Presidential Threshold (Preshold) dan Parliamentary Threshold (PT). Sampai detik ini, masih terjadi pro kontra terkait besaran angka PT maupun Preshold. Untuk Preshold, ada yang menginginkan tetap 20 persen, tapi ada juga yang nol persen. 

Baca Juga : Ikhlaskan, Insya Allah Syahid

Sedangkan PT, juga sama. Ada yang ingin tetap 4 persen, lalu naik menjadi 5 hingga 7 persen. “Opsi-opsi itu semuanya penting, karena parpol di parlemen mempunyai kepentingan yang berbeda-beda,” ujar Denny, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Tapi pada intinya, kata dia, Partai NasDem bergerak pada konstruksi pemilu dan perbaikan struktur partai sampai tingkatan desa. Sebab pada 2021, KPU sudah melakukan tahapan partai politik. Satu tahun berikutnya ada verifikasi partai politik, sehingga semua harus diselesaikan dengan baik. 

Diungkapkan, mengenai pembentukan struktur kepengurusan partai terus digenjot. DPP Partai NasDem menargetkan, struktur keanggotaan dan Kartu Tanda Anggota (KTA) di seluruh wilayah sudah dalam posisi sempurna pada pertengahan Mei 2021. “Kita mau rekrutmen KTA pada angka 10-12 juta,” katanya. 

Baca Juga : Kesannya, Kayak Kurang Kerjaan

Untuk menembus target itu, diperlukan kerja ekstra keras dari seluruh kader, simpatisan dan pengurus Partai NasDem dari tingkat pusat maupun daerah. “Bila semua berjalan satu komando, target sebagai pemenang pemilu akan mudah diraih,” tukasnya. [REN]