Dark/Light Mode

Indonesia-Inggris Gelar Lokakarya Perlindungan Data Dan Keamanan Siber

Selasa, 19 Januari 2021 21:17 WIB
ilustrasi/ist
ilustrasi/ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris melalui Digital Access Programme bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan mengadakan Lokakarya Perlindungan Data dan Keamanan Siber di Telemedicine, Senin (18/1).

Lokakarya Perlindungan Data dan Keamanan Siber di Telemedicine berfokus untuk meningkatkan standar perlindungan data dan keamanan siber di telemedicine di Indonesia.

Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta menjelaskan dalam rilisnya pada 18 Januari 2021, penggunaan internet dan metode berobat jarak jauh atau telemedicine ini, menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung tindakan pencegahan dan pembatasan sosial imbas pandemi Covid-19.

Digital Access Programme mengeluarkan anggaran hingga £ 16,5 juta (Rp 315 miliar) selama empat tahun. Hal itu bertujuan untuk melanjutkan dukungan dari Pemerintah Inggris dan Indonesia dalam MOU bidang kesehatan pada Juni 2020.

Pemberian konteks strategis secara keseluruhan dan panduan tentang keamanan siber dan data pribadi, serta bagaimana membangun kapasitas jangka pendek dan panjang di telemedicine merupakan tujuan dari diadakannya lokakarya daring itu.

Kedubes Inggris mengatakan bahwa saat ini, salah satu bidang kerja sama utama yang menjadi fokus adalah mendukung Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) melalui pembuatan desain kerangka kerja dan implementasi regulasi telemedicine.

Berita Terkait : BI Sempurnakan Aturan Perlindungan Konsumen

Head of Economics and Digital Team British Embassy Jakarta, Ginny Ferson, perwakilan dari Kemenkes yaitu dari Pusat Data dan Informasi, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, dan Biro Kerjasama Internasional, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menghadiri lokakarya pertama.

“Telemedicine adalah peluang besar untuk meningkatkan akses dan mengurangi biaya layanan kesehatan di semua kalangan. Secara global, penggunaan Telemedicine telah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Inggris dan Indonesia," kata Rob Fenn.

Rob Fenn mengaku senang telah memiliki beberapa bentuk perjanjian dan proyek kerja sama yang sedang berjalan dengan Kementerian Kesehatan. Proyek yang didanai oleh Pemerintah Inggris melalui Digital Access Programme, bermitra dengan Cyber Capacity Unit Inggris.

"Proyek ini adalah salah satu contoh dari pekerjaan penting yang kami lakukan bersama dengan pemerintah Indonesia, dibawah MOU bidang Kesehatan," tambahnya, demikian dikutip dari rilis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada 18 Januari 2021.

Fenn mengatakan bahwa Inggris maupun Indonesia, serta banyak negara lain, telah melihat peningkatan aktivitas di dunia maya selama pandemi Covid-19, terutama terkait dengan medis dan kemampuan perawatan kesehatan.

Menurutnya, lokakarya ini merupakan bagian pertama dari sebuah rangkaian di mana Cyber Capacity Unit akan membahas berbagai masalah tematik utama yang terkait dengan perlindungan data dan standar keamanan siber di telemedicine.

Baca Juga : Dicky Budiman: Sangat Mungkin Ada Strain Covid Baru Made In Indonesia

"Lokakarya juga memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar lebih banyak dari Kementerian Kesehatan tentang pendekatan di sektor yang sangat penting ini," tutur Fenn.

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Andreano Erwin mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terdiri dari ribuan pulau.

Oleh karenanya, Indonesia perlu mengembangkan pelayanan kesehatan digital atau digital health technology. Dengan berkembangnya pelayanan kesehatan digital diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.

"Saya yakin ini akan membawa manfaat bagi lebih dari 269 juta orang yang tinggal di 17.504 pulau yang tersebar di seluruh Indonesia," sebut Andreano.

Menurutnya, dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data kesehatan pribadi terhadap penyelenggaraan telemedicine di Indonesia, maka akan membuka akses yang lebih luas terhadap keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Cyber Capacity Unit (CCU) Inggris Oliver Hoare mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bekerja sama dengan Kemenkes RI dalam menyelenggarakan rangkaian lokakarya yang pertama melalui Digital Access Programme Pemerintah Inggris di Indonesia.

Baca Juga : Jasa Marga Mulai Pemasangan Patok Trase Jalan Tol Yogyakarta-Bawen

"Selama program ini, kami akan membahas berbagai macam topik mengenai data dan keamanan siber, dari berbagi informasi ancaman intelijen, hingga privasi warga dan pengujian serta latihan siber," terang Hoare.

Situasi Covid-19 mendorong banyak pemerintah memprioritaskan sektor perawatan kesehatan global.

“Data yang kami sampaikan melalui lokakarya di Indonesia kali ini memastikan bahwa telemedicine akan menjadi layanan yang aman dan tepercaya, memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan di masa depan dan membantu mengurangi ancaman pandemi," tandasnya. [DAY]