Dark/Light Mode

Monitor Potensi Gempa Susulan

BMKG Pasang Alat Penghitungan Percepatan Tanah Di Mamuju

Senin, 18 Januari 2021 21:36 WIB
BMKG saat merencanakan memasang alat perhitungan percepatan tanah di Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Antara)
BMKG saat merencanakan memasang alat perhitungan percepatan tanah di Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan telah memasang alat penghitungan percepatan tanah di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), salah satu tujuannya untuk memonitor potensi gempa susulan di wilayah tersebut.

"Kami laporkan bahwa BMKG Pusat sudah beberapa hari melakukan memasang peralatan untuk melakukan penghitungan percepatan tanah di sekitar Mamuju, termasuk memonitor gempa-gempa susulan," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers virtual BNPB dari Sulawesi Barat, Senin (18/1).

Rahmat mengatakan selain untuk memonitor potensi gempa susulan, katanya, alat itu juga digunakan BMKG untuk pemetaan sebaran kerusakan.

Berita Terkait : BNPB: Gempa Sulbar Tewaskan 73 Orang, 64 Di Mamuju, 9 Di Majene

"Karena kami akan kroscek di lapangan terhadap info shakemap atau peta guncangan seperti yang telah kami rilis. Kami sampaikan peta guncangannya itu apakah sejalan atau memang sebaran kerusakan di zona, di area di mana intensitas MMI nya sekitar V-VI MMI, itu zona di mana kerusakan terjadi," katanya.

Kemudian, selain memasang alat penghitungan percepatan tanah, BMKG juga memasang sistem penangkap informasi diseminasi di posko penanggulangan bencana sehingga para petugas dan relawan bisa mendapat informasi sesegera mungkin bilamana ada gempa di wilayah tersebut.

"Jadi rekan-rekan yang ada di posko akan mendapatkan informasi sesegera mungkin, kurang lebih dalam waktu 2 atau 3 menit setelah kejadian gempa," katanya.

Berita Terkait : BMKG: Gempa Majene Minim Susulan, Waspada Masih Ada Medan Tegangan Tersimpan

Ia berharap sistem tersebut bisa menjadi acuan bagi para petugas dan relawan dalam melakukan upaya penanggulangan dan menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat di sekitar.

Rahmat juga menyampaikan harapannya untuk dapat bekerja sama dengan Satgas, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk bisa mendatangi pos-pos pengungsian guna memberikan sosialisasi agar masyarakat bisa tenang dan tidak panik.

BMKG memperkirakan dalam beberapa hari ke depan gempa susulan mungkin masih akan terjadi. Namun demikian, mereka berharap gempa susulan itu tidak siginifikan dan tidak sampai menyebabkan kerusakan serius. [SRI]