Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kapal Tenggelam Di Pelabuhan Beira

KBRI Maputo Terus Upayakan Pemulangan 18 Nelayan WNI

Kamis, 11 Februari 2021 23:35 WIB
Kapal Tenggelam Di Pelabuhan Beira KBRI Maputo Terus Upayakan Pemulangan 18 Nelayan WNI

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Indonesia di Mozambik mengirimkan staf Satgas Perlindungan WNI KBRI Maputo, untuk melakukan upaya-upaya memulangkan 18 nelayan warga negara Indonesia, yang kapalnya tenggelam di Pelabuhan Beira, Kamis (11/2).

Pelabuhan tersebut berjarak sekitar 18 jam perjalanan darat dari ibu kota Maputo, Mozambik.

Para nelayan tersebut merupakan anak buah Kapal M/V Win Far 61, Kapal Mang Ching Shyang No 6 dan No.66 milik perusahaan penangkap ikan Taiwan yang tenggelam di Pelabuhan Beira karena diterjang badai taifun Eloise, yang melanda wilayah di Propinsi Sofala, Mozambik, pada tanggal 22 Januari lalu.

Berita Terkait : Kerek Daya Saing, Kemenperin Poles Ribuan Desain Merek Dan Kemasan IKM

Staf Satgas Perlindungan WNI KBRI Maputo, Ivan Polontalo, yang bertemu dengan para anak buah kapal di Beira tersebut mengungkap,  para anak buah kapal tersebut saat ini dalam keadaan sehat.

Mereka masih diberikan akomodasi oleh perwakilan pemilik kapal yang berada di Beira, hingga menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Namun, pemulangan mereka saat ini masih terkendala oleh pihak imigrasi di Propinsi Sofala, Mozambik, yang menahan paspor-paspor mereka. Menunggu hingga kapal yang tenggelam tersebut bisa diangkat dari Pelabuhan Beira.

Berita Terkait : Kemnaker Gelar Pelatihan Hiperkes Dan Keselamatan Kerja

Selain untuk mengunjungi para anak buah kapal yang terdampar di Beira, Staf Perlindungan WNI KBRI Maputo juga mengupayakan agar paspor yang ditahan pihak imigrasi bisa dikembalikan kepada para anak buah kapal tersebut.

Dalam proses pemulangan para anak buah kapal tersebut, KBRI Maputo juga tengah melakukan komunikasi yang intensif dengan perwakilan pemilik dari tiga kapal penangkap ikan Taiwan tersebut. Terutama, untuk penyelesaian hak-hak dari para anak buah kapal tersebut. Seperti gaji terakhir yang belum dibayarkan, serta tiket untuk penerbangan kembali ke Indonesia.

Sebagian besar anak buah kapal tersebut, belum mendapatkan gaji pada bulan terakhir yang merupakan hak mereka.

Berita Terkait : Kabar Baik, Menteri KKP Siapkan Dana Pensiun Untuk Nelayan

Tak hanya di daerah pesisir, bencana taifun yang sering melanda wilayah tengah Mozambik, juga mengakibatkan kerusakaan kawasan perumahan dan infrastruktur jalan serta jembatan.

Serangan badai taifun Eloise baru-baru ini di Propinsi Sofala, Mozambik telah menyebabkan kerusakan terhadap 20 ribu rumah dan 11 orang meninggal dunia.

Tahun 2019, bencana angin taifun yang lebih besar, yaitu taifun Idai, mengakibatkan 600 orang meninggal dunia dan merusak 200 ribu rumah di wilayah yang sama di Mozambik. [HES]