Dark/Light Mode

Ikut-ikutan Biden, PM Kanada Sebut Putin Biang Kerok

Kamis, 25 Maret 2021 17:13 WIB
PM Kanada Justin Trudeau (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. [Foto: Mikhail Metzel, TASS/Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP]
PM Kanada Justin Trudeau (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. [Foto: Mikhail Metzel, TASS/Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP]

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden jadi bahan pemberitaan usai menyebut Vladimir Putin sebagai “pembunuh”, kini giliran Perdana Menteri Kanada yang ikut-ikutan ngeledek.

Justin Trudeau menyebut Presiden Rusia sebagai “biang kerok” dari berbagai hal buruk yang terjadi di kancah global. Tapi, Trudeau tidak mengejek Putin sesadis yang dilakukan Biden pekan lalu.

Trudeau, yang sangat jarang mengeluarkan ejekan kepada kepala negara lain, mengeluarkan pernyataannya itu saat diwawancarai stasiun berita SiriusXM, Rabu (24/3). "Saya yakin dia (Putin) bertanggung jawab atas segala hal buruk yang terjadi di dunia. Perilakunya membuktikan hal ini," jawab Trudeau dikutip Chnanel News Asia, Kamis (25/3).

Berita Terkait : Yah, Putin Vaksinnya Kok Diam-diam

Dia mencontohkan aneksasi Krimea oleh Rusia, "serangan dunia maya signifikan yang menjadi tanggung jawabnya.

Dia berupaya mengguncang demokrasi kita," lanjut Trudeau. Dia kemudian menyampaikan kesannya terhadap Putin dalam pertemuan langka mereka di forum internasional selama lima tahun terakhir. "Dia akan menatap anda dan mengeluarkan komentar apapun yang menurutnya menarik. Tidak peduli soal apapun," ujarnya.

Trudeau juga yakin, Rusia sama sekali tidak tertarik dengan Kanada dan menjalin persahabatan yang baik antara kedua negara.

Berita Terkait : Presiden Putin Segera Divaksin Anti Covid

Saat ditanya apakah dia sependapat dengan Biden tentang Putin yang dianggap sebagai pembunuh, Trudeau menjawab bahwa dia tidak sepakat. "Saya tidak punya dasar membuat pernyataan itu. Dan kami harus sangat terbuka dan berpikiran jernih tentang bagaimana kami membuat pendekatan dengan Rusia,” jawab Trudeau.

Beberapa jam sebelumnya, Ottawa mengumumkan sanksi terhadap sembilan pejabat Rusia sebagai bentuk protes, karena tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny yang dipenjara setelah diracun.

Navalny langsung ditahan sesampainya di Rusia Januari lalu. Padahal, dia baru kembali setelah dirawat di rumah sakit di Jerman karena diracun. Penahanan Navalny menimbulkan kecaman luas dari Barat. AS dan Uni Eropa bahkan menyerukan pembebasannya. [DAY]