Dark/Light Mode

Jalur 12 Kereta Layang Di Mexico City Ambruk, 20 Tewas

Selasa, 4 Mei 2021 13:39 WIB
Jalur 12 kereta layang (Gold Line) di Mexico City ambruk, dan menimpa kendaraan yang berada di bawahnya. (Foto: Suuma Voluntarios/Twitter)
Jalur 12 kereta layang (Gold Line) di Mexico City ambruk, dan menimpa kendaraan yang berada di bawahnya. (Foto: Suuma Voluntarios/Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sedikitnya 20 orang tewas dan 49 dilarikan ke rumah sakit, menyusul ambruknya jalur 12 kereta layang (Gold Line) di Mexico City, Senin (4/5) pukul 22.30 waktu setempat. 

Seperti diberitakan Reuters pada Selasa (4/5), dalam video yang beredar di TV dan media sosial, gerbong kereta layang yang ambruk itu terlihat menggantung. Sementara sirine ambulans, terus berbunyi.  

Sementara tayangan di Milenio TV menunjukkan, jalan layang yang ambruk menimpa mobil-mobil yang ada di bawahnya. Video lainnya menunjukkan, tim medis darurat dan pemadam kebakaran bergerak cepat menyisiri reruntuhan, mencari korban selamat.

Baca Juga : UOB Luncurkan Kejutan Simpanan 2.0, Tawarkan Reward Ketika Nasabah Nabung

Melalui akun Twitter-nya, Wali Kota Mexico City Claudia Sheinbaum mengungkap, jalan layang tersebut ambruk karena ada balok penyangga yang lepas.

“Saat ini, pemadam kebakaran dan petugas keselamatan masyarakat sedang bekerja keras. 34 korban telah dirujuk ke rumah sakit. Kami akan segera menyampaikan informasi terkini secepatnya,” kata Sheinbaum.

Upaya penyelamatan sempat terhenti pada tengah malam, karena posisi kereta yang menggantung sangat riskan. Perlu alat bantu crane untuk mengevakuasi penumpang yang terjebak di dalam kereta tersebut.

Baca Juga : Watimpres Dukung Kementan Kembangkan Bioteknologi Reproduksi

"Kami tak tahu, apakah mereka masih hidup atau tidak," ujar Sheinbaum.

Jalur 12 kereta layang (Gold Line) yang ambruk itu, pertama kali dioperasikan pada tahun 2012. Dibangun pada masa Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard menjabat Wali Kota Mexico City.

"Apa yang terjadi pada jalur kereta layang itu sungguh memilukan. Saya turut berbelasungkawa kepada seluruh korban dan keluarganya," cuit Ebrard via Twitter.

Baca Juga : Terima Legend Riders, Bamsoet Ajak Bangkitkan Ekonomi Rakyat

"Investigasi terhadap kasus ini, harus segera dilakukan untuk memastikan siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Saya siap membantu pihak berwenang, apabila diperlukan," imbuhnya.

The Guardian menyebut, Metro Mexico City, yang secara resmi disebut Sistema de Transporte Colectivo adalah sistem metro terbesar kedua di Amerika Utara setelah New York City Subway. Tahun 2019, layanan transportasi ini melayani 1,655 miliar penumpang.

Sejak diresmikan di Meksiko setengah abad lalu, sistem metro telah mengalami setidaknya dua kecelakaan serius.  Maret 2020, tabrakan antara dua kereta di Stasiun Tacubaya menewaskan 1 penumpang dan melukai 41 orang. Tahun 2015, sebuah kereta yang tidak berhenti tepat waktu menabrak kereta lainnya Stasiun Oceania, dan melukai 12 orang. [HES]