Dark/Light Mode

Bantu Israel Gempur Palestina

Biden Sama Edannya

Selasa, 18 Mei 2021 07:40 WIB
Warga Palestina menggelar shalat jenazah terhadap korban yang tewas dibombardir tentara Israel yang biadab, Senin (17/5/2021). (Foto: Istimewa)
Warga Palestina menggelar shalat jenazah terhadap korban yang tewas dibombardir tentara Israel yang biadab, Senin (17/5/2021). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Pemerintah kita mengirimkan bantuan militer senilai 3,8 miliar dolar AS ke Israel yang digunakan untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina, memenjarakan anak-anak Palestina, dan menggusur keluarga Palestina,” ujarnya, di akun Twitternya.

Menanggapi pernyataan Biden, kelompok advokasi Muslim di AS memboikot acara Gedung Putih saat merayakan Idul Fitri. “Kami tidak mau merayakan Idul Fitri dengan pendukung Israel yang membunuh para wanita dan anak-anak di Palestina,” tegas Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Hubungan (CAIR) Nihad Awad dilansir Reuters, kemarin.

China juga menyayangkan sikap AS yang membela Israel dengan memblokir pernyataan Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kekerasan Israel-Palestina. “Kami meminta AS untuk memikul tanggung jawabnya,” tegas Menteri Luar Negeri China, Wang Yi dilansir Al Arabiya, kemarin.

Baca juga : Ganyang Israel, NasDem Dukung Kedaulatan Palestina

Wang mendesak dilakukan gencatan senjata segera dan menyerukan DK PBB untuk mengambil tindakan tegas. Termasuk mengulangi dukungan untuk solusi dua negara.

Para menteri luar negeri anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga menggelar pertemuan darurat menyikapi perang Israel dan Palestina. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menegaskan, komitmen OKI dalam mendukung perjuangan Palestina.

“Kita semua tidak boleh lupa bahwa Palestina adalah satu-satunya negara yang masih diduduki kekuatan kolonial. Semua penderitaan Palestina disebabkan oleh Israel sebagai kekuatan yang menjajah,” tegasnya.

Baca juga : Rudal Palestina Hantam Kapal Perang Israel

Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menyampaikan pernyataan bersama. Isinya mengecam pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat dan wilayah Palestina, serta mendesak komunitas internasional menuntut Israel diadili atas pelanggaran hukum internasional tersebut.

Sementara itu, Cendikiawan Muslim, Azyumardi Azra menawarkan empat solusi bagi permasalahan Palestina dan Israel. Pertama, menggalang momentum dengan terpilihnya Biden sebagai presiden baru AS untuk kembali mengusahakan penyelesaian masalah Palestina.

Kedua, membangun perdamaian dan persatuan berkelanjutan di antara dua faksi bangsa Palestina, yaitu Fatah di Tepi Barat dan Hamas di Jalur Gaza. “Solusi ini sangat penting untuk menyatukan bangsa Palestina yang terbagi menjadi dua kutub kekuatan yang berbeda tersebut,” usul Azyumardi.

Baca juga : Lawan Israel, Ini Permintaan Palestina Ke Indonesia

Ketiga, menggalang kesepahaman di antara kekuatan besar di Timur Tengah. Seperti Arab Saudi, Mesir, Siria, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Turki untuk serius membantu Palestina. Keempat, memperkuat jaringan warga Palestina yang menjadi warga negara Israel. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.