Dark/Light Mode

Dibombardir Israel, Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan Ke PBB

Rabu, 19 Mei 2021 12:48 WIB
Kondisi Palestina yang terus dibombardir Israel. (Foto: Antara)
Kondisi Palestina yang terus dibombardir Israel. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terus digempur Israel, kondisi Palestina makin babak belur. Perwakilan Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour meminta, kepada badan dunia tersebut mengumpulkan lebih banyak bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Diberitakan AFP, Rabu (19/5), Mansour menyampaikan permohonan tersebut pasa pertemuan Dewan Keamanan, Selasa (18/5). DK PBB mengadakan pertemuan keempatnya tentang konflik Palestina Israel tanpa mengeluarkan pernyataan.

Berita Terkait : Warga Palestina Dan Arab Israel Mogok Massal Di Hari Kemarahan

"Saya meminta PBB segera mengeluarkan seruan darurat untuk bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza," kata Mansour pada konferensi pers di markas besar PBB di New York, Selasa (18/5).

"Kami tidak dapat terus hidup di bawah rezim apartheid yang agresif ini. Pendudukan ini harus diakhiri. Kami perlu memiliki kemerdekaan negara kami dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya di mana kami dapat hidup dengan bermartabat dan kebebasan," sambungnya.

Berita Terkait : Bela Palestina, Aliansi Pemuda Indonesia Sambangi Kedubes AS

Konvoi truk bantuan internasional yang mulai meluncur ke Gaza melalui sebuah perlintasan perbatasan dari Israel, Kerem Shalom, dengan cepat dihentikan. Israel menutup kembali jalurnya, dengan alasan serangan mortir di daerah itu.

Sementara itu, DK PBB mengadakan pertemuan darurat keempatnya hanya dalam waktu seminggu. Tetapi tidak ada deklarasi yang dikeluarkan, dan pembicaraan berlangsung kurang dari satu jam.

Berita Terkait : Kawal Aksi Solidaritas Palestina, Polda Metro Jaya Siagakan 1.141 Personel

"Kami tidak menilai bahwa pernyataan publik saat ini akan membantu menurunkan ketegangan," kata utusan AS Linda Thomas-Greenfield dalam pertemuan tertutup.

"Berkenaan dengan tindakan Dewan Keamanan lebih lanjut, kami harus menilai apakah tindakan atau pernyataan yang diberikan akan memajukan prospek untuk mengakhiri kekerasan," tuturnya. [DAY]