Dark/Light Mode

Kabar Baik Dari India, Kasus Harian Covid-19 Terendah Dalam 45 Hari

Sabtu, 29 Mei 2021 22:46 WIB
Dokter mengajak pasien olahraga pernafasan di bangsal perawatan pasca Covid-19 di RS Dhanvantari, Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India. (Foto Indiaexpress)
Dokter mengajak pasien olahraga pernafasan di bangsal perawatan pasca Covid-19 di RS Dhanvantari, Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India. (Foto Indiaexpress)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kabar baik dari India yang tengah bergulat melawan Covid-19. Sabtu (29/5/2021), Negeri Bollywood itu mencatat kasus harian terendah 173.790 orang dalam 45 hari terakhir.

Dikutip media online India Today, kini total kasus infeksi Covid-19 di India sebanyak 27.7 juta. Selain penambahan kasus, di hari yang sama India melaporkan 3.617 kematian baru akibat Covid-19.

Berita Terkait : Kasus Covid Nambah 6.565, Jateng Kini Ranking Satu

Total korban jiwa corona di India saat ini sebanyak 322.512. Sejak April, India mengalami tsunami Covid-19. Pada puncaknya, dalam 24 jam, muncul 400 ribu lebih kasus infeksi virus corona.

Penurunan jumlah kasus harian mendorong sejumlah kota  mulai melonggarkan pembatasan sosial, termasuk di Ibu Kota India, New Delhi,  salah satu kota yang merasakan dampak terparah.

Berita Terkait : Ngeri! Penularan Corona Malaysia Kalahkan India

Sejak 19 April isolasi ketat diberlakukan di New Delhi, mendorong penurunan kasus yang cukup signifikan. Ketua Menteri Delhi, Arvind Kejriwal mengatakan kasus baru telah menurun dalam beberapa pekan terakhir dan tingkat positif tes telah turun di bawah 2,5%, dibandingkan dengan 36% bulan lalu.

"Jika kasus terus menurun selama seminggu, maka mulai 31 Mei kami akan memulai pembukaan pembatasan," kata Kejriwal dalam konferensi persnya, dilansir Reuters.

Berita Terkait : Pangdam Udayana Klaim Kasus Covid-19 Di Bali Turun

Jumlah kasus Covid-19 harian di India mulai menurun setelah mencapai puncaknya pada 9 Mei lalu. Namun, para ahli memperingatkan India dapat menghadapi gelombang ketiga infeksi dalam beberapa bulan mendatang.

Masalah baru timbul akibat kurangnya pasokan vaksin secara nasional, mengakibatkan banyak negara bagian tidak dapat memvaksinasi warganya yang berusia di bawah 45 tahun.[MEL]