Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perang Lawan Covid-19, PM Malaysia Dan Menteri Tidak Terima Gaji 3 Bulan

Selasa, 1 Juni 2021 14:45 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (Foto Bernama)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (Foto Bernama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Muhyddin Yassin dan seluruh menterinya memutuskan untuk tidak digaji selama tiga bulan ke depan. Gaji mereka, mulai Juni hingga Agustus 2021, diputuskan akan disumbangkan untuk membantu warga negeri jiran yang terdampak selama lockdown total.

Malaysia tengah menjalani penguncian wilayah total selama dua pekan hingga 14 Juni. Keputusan itu berdampak langsung pada warga ekonomi kelas bawah. PM Muhyiddin mengatakan, para menteri dan wakil menteri tidak akan mengambil gaji adalah bentuk dukungan dalam upaya negara melawan Covid-19. Gaji mereka akan disalurkan ke rekening dana perwakilan bencana sebagai sarana untuk membiayai urusan terkait Covid-19.

"Saya ingin menyampaikan dukungan seluruh menteri dan wakil menteri dengan tidak menerima gaji selama tiga bulan mulai Juni 2021," ujar Muhyiddin dikutip News Strait Times, Selasa (1/6/2021).

Berita Terkait : Lockdown Di Malaysia, Pasutri Jarak Jauh Kudu Bersabar


Selain itu, emerintah Malaysia juga meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai 40 miliar ringgit atau sekitar Rp138,5 triliun. Selain itu, untuk mendukung kelangsungan bisnis dan membantu masyarakat, paket stimulus tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit umum dalam merawat pasien Covid-19.

Muhyiddin merinci, dana sebesar 450 juta ringgit (Rp 1,5 triliun) akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur di unit perawatan intensif dan peralatan untuk perawatan pasien Covid-19. Sementara 550 juta ringgit (Rp 1,9 triliun) untuk menutupi pengeluaran terkait dengan meningkatnya biaya operasi dan manajemen dalam menangani krisis kesehatan.

Selain itu, dana senilai 2,1 miliar ringgit (Rp 7,2 triliun) akan didistribusikan ke rumah tangga berpenghasialn rendah yang berpenghasilan kurang dari 5.000 ringgit (Rp 17 juta) per bulan.

Berita Terkait : Tolong, TKW Cianjur yang Kerja di Malaysia Hilang Kontak 17 Tahun

"Paket stimulus ini untuk memastikan kesejahteraan dan kelangsuangan hidup mereka yang rentan, serta memastikan pekerja yang bergantung pada upah harian bisa terus dibantu," jelas Muhyddin.

Selain itu, dia mengatakan, moratorium pinjaman opsional juga yang ditawarkan kepada warga yang kehilangan pekerjaan, serta pengusaha mikro, kecil dan menengah (UKM) yang tidak bisa beroperasi selama periode karantina wilayah.

Pemerintah juga akan memberikan bantuan tunai khusus sebesar 500 ringgit kepada 17.000 pemandu wisata, 40.000 pengemudi taksi, 11.000 pengemudi bus sekolah, 4.000 pengemudi bus ekspres, dan 62.000 pengemudi e-hailing. [DAY]