Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kalah Lawan Pemberontak Yaman, Putra Mahkota Saudi Didesak Mundur

Rabu, 2 Juni 2021 13:18 WIB
Sebuah mobil pick up tentara Saudi terbakar di Jabal Dahr Al-Hamar, di seberang Al-Rumaih. [Foto: Mashregnews]
Sebuah mobil pick up tentara Saudi terbakar di Jabal Dahr Al-Hamar, di seberang Al-Rumaih. [Foto: Mashregnews]

RM.id  Rakyat Merdeka - Para netizen Arab Saudi menuntut Putra Mahkota yang juga Menteri Pertahanan negara itu, Mohammed bin Salman Al Saud mundur. Pasalnya, tak lain dari kekalahan pasukan Saudi dalam operasi besar pasukan pemberontak Yaman, Houthi, dan Komite Rakyat Yaman di wilayah selatan Arab Saudi.

Dikutip Wikileaks, Selasa (1/6/2021), militer Houthi dan Komite Rakyat Yaman, Jumat (28/6/2021) lalu mengumumkan telah melancarkan operasi besar di Jizan, selatan Saudi.

Berita Terkait : Pemberontak Houthi Yaman Rebut Puluhan Markas Militer Saudi

Dari video yang tersebar luas terkait operasi ini memperlihatkan, banyaknya tentara Saudi dan pasukan koalisi negara-negara Arab yang tewas. Dilaporkan, lebih dari 40 markas pasukan Saudi direbut pasukan Houthi dan komite rakyat Yaman.

Para netizen Saudi pun menyebarluaskan hastag “cukuplah kehinaan bagi tentara kami” dan mendesak agar pasukan Saudi diselamatkan. Dalam operasi militer Yaman di Jizan, sedikitnya 80 tentara Saudi dan Sudan tewas serta terluka, sementara puluhan lainnya disandera.

Berita Terkait : Jelang Lawan Oman, Skuad Garuda Terus Perbaiki Kesalahan

Salah satu netizen Saudi mengatakan, gaji dan fasilitas yang diterima tentara Saudi lebih kecil dari tentara negara lain, tidak ada dukungan sama sekali untuk mereka, padahal fasilitas yang dinikmati pemerintah sangat banyak. [RSM]