Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wacana Liga 1 Tanpa Degradasi Cara Berpikir Mundur

Minggu, 9 Mei 2021 08:09 WIB
Pengamat sepak bola Benny Tomasoa (Foto: Istimewa)
Pengamat sepak bola Benny Tomasoa (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat ada semangat menggulirkan kembali kompetisi di tengah pandemi Covid-19, muncul wacana menggelar kompetisi sepak bola nasional tanpa degradasi. Pengamat sepak bola Benny Tomasoa, tak setuju dengan ini. Dia menilai, wacana ini sama saja dengan cara berpikir mundur.

"Inti dari kompetisi adalah promosi dan degradasi. Bila tanpa degradasi, bukan kompetisi namanya," ujarnya, Sabtu (7/5).

Berita Terkait : KPK Sesalkan Potongan Surat TWK Pegawainya Beredar

Dia menegaskan, bila tanpa degradasi, bukan kompetisi namanya. Tapi, turnamen. Bila tanpa degradasi, dikhawatirkan pemain atau klub bermain setengah hati, seadanya saja. 

Kondisi ini, lanjutnya, bisa membuat kompetisi tidak kompetitif. Bahkan, dikhawatirkan akan terjadi jual beli pertandingan untuk mendapatkan pemasukan yang tidak halal di sepak bola.

Berita Terkait : JakLingko Targetin Integrasi Sistem Pembayaran Fase Pertama Dimulai Agustus

"Bila ini terjadi, akan sangat buruk buat perkembangan sepak bola nasional. Sejauh ini, judi dan pengaturan skor menjadi penyakit kronis. Nah, kalau pintu itu kembali dibuka lewat kebijakan tanpa degradasi, ini sangat berbahaya. Ini akan membuat citra PSSI semakin buruk. Bukan tidak mungkin jabatan ketum PSSI akan dipertaruhkan," sebut mantan Manajer PSMS.

Padahal, tambah mantan pemain PSMS ini, beberapa negara sudah menggelar kompetisi seperti biasanya meski digelar tanpa penonton. Mereka melaksanakan kompetisi normal, yakni ada degradasi dan promosi.

Berita Terkait : Besok, Larangan Transportasi Untuk Mudik Lebaran Mulai Berlaku

Dia pun bingung dengan wacana kompetisi tanpa degradasi dan promosi. “Ini ada apa? Di satu sisi Liga 1 tanpa degradasi dan promosi, di Liga 2 ada promosi tanpa degradasi," herannya.

Menurut Benny, wacana ini tidak sebanding dengan kerja keras selama ini untuk meminta rekomendasi kepolisian untuk menggelar pertandingan. "Lebih baik izin tak dikeluarkan jika hanya untuk kompetisi tanpa promosi dan degradasi," tegasnya. [WUR]