Dark/Light Mode

Unjuk Gigi Jelang Pemilu

Para Kandidat Kanselir Jerman Galak Ke Rusia

Senin, 28 Juni 2021 05:27 WIB
Nord Stream 2, proyek pipa gas bawah laut yang digarap Rusia dan Jerman. (Foto : Istimewa).
Nord Stream 2, proyek pipa gas bawah laut yang digarap Rusia dan Jerman. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rusia keseret-seret ke dalam kontestasi politik pemilihan Kanselir Jerman. Para kandidat menebar ancaman ke negara dipimpin Presiden Vladimir Putin tersebut agar tidak menekan Ukraina.

Hal itu terkait kasus pipa gas Nord Stream 2, proyek jalur pipa yang dibuat membentang dari Rusia hingga ke Eropa. Proyek prestisius itu akan melewati wilayah perairan laut Baltik dan Ukraina. Nord Stream 2 akan dibangun hingga 31 Desember mendatang.

Pengerjaan pipa bawah laut sepanjang 100 kilometer sudah mencapai 95 persen. Jika proyek itu rampung, Rusia akan mengirim lebih dari separuh total ekspor gas ke Eropa.

Baca Juga : PLN Siapkan Dana Rp 24,4 Miliar, Kembangkan 104 Desa Wisata

Seperti diketahui, Barat kerap menuding Rusia memakai pipa gas itu sebagai alat untuk menekan Eropa. Proyek Rusia dan Jerman tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Washington mengatakan, pipa itu membuat Eropa ter­lalu tergantung pada energi dari Rusia.

Para kandidat kanselir berjanji akan bertindak tegas jika Rusia berulah di proyek itu.

Armin Laschet, Ketua Partai Uni Kristen Demokrat (Christian Democratic Union/CDU) Jerman menegaskan, jalur pipa Nord Stream 2 harus rampung. Tapi jika Rusia gagal mema­tuhi aturan, atau menggunakan pipa untuk menekan Ukraina, pihaknya bisa menghentikan proyek ini.

Baca Juga : Hati-hati, Corona Varian Delta Menular Lewat Berpapasan

“Bahkan setelah pipa selesai,” tegas Laschet, dilansir Reuters, kemarin.

Menyikapi hal itu, Menteri Keuangan Olaf Scholz, kandi­dat asal Partai Sosial Demokrat (Social Democratic Party/SDP) juga akan mengambil langkah yang sama.

“Apa pun yang menimpa transit gas dan keamanan Ukraina memi­liki konsekuensi, biarpun proyek telah selesai,” tegas Scholz.

Baca Juga : Bima Arya Memohon ke Pusat Keluarkan Kebijakan Lebih Ketat

Kandidat asal Partai Hijau Eropa, Annalena Baerbock turut menyampaikan ketegasannya. Baerbock menggambarkan situasi di Eropa jika Rusia “berulah” terkait pipa gas tersebut. Eropa akan dibayang-bayangi situasi tanpa pasokan energi.
 Selanjutnya