Dark/Light Mode

Pemakaian Masker Tak Lagi Diwajibkan

Wuih... Inggris Siap Damai Sama Covid

Selasa, 6 Juli 2021 05:23 WIB
Warga Inggris disiplin memakai masker saat beraktivitas di tempat umum. Seperti di stasiun kereta bawah tanah. (Foto : HENRY NICHOLLS/REUTERS)
Warga Inggris disiplin memakai masker saat beraktivitas di tempat umum. Seperti di stasiun kereta bawah tanah. (Foto : HENRY NICHOLLS/REUTERS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah lockdown (karantina wilayah) dicabut pada 19 Juli nanti, penggunaan masker maupun penerapan protokol kesehatan lainnya, di Inggris, bukan lagi kewajiban. Masyarakat Negeri Ratu Elizabeth itu bakal hidup berdampingan dengan Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19).

Langkah berani pemerintahan Perdana Menteri (PM) Boris Johnson itu tak lepas dari banyaknya warga yang telah mendapat vaksinasi Covid-19. Hal ini sesuai dengan peta jalan (road map) kembali ke kehidupan normal. “Berkat keberhasilan program vaksinasi, kami maju dengan hati-hati melalui peta ja­lan kami,” kata Johnson dilansir Reuters, kemarin.

Baca juga : Perjalanan Unhas Lahirkan Alumni Unggul dan Berdaya Saing

Namun ia menekankan, pande­mi belum berakhir. Menurut John­son, kasus akan terus meningkat selama beberapa pekan men­datang. Namun, katanya, inilah saatnya bagi warga belajar hidup berdampingan dengan virus ini.

Di Inggris, kasus virus Co­rona telah meningkat ke level tertinggi sejak Januari lalu. Jumlah kasus harian akhir pekan ini mencapai 24.248 dengan 15 kematian. Namun, hingga Minggu (4/7), lebih dari 78 juta dosis vaksin telah diberikan kepada warga. Menurut pemerintah, 63,4 persen orang dewasa telah menerima vaksin lengkap.

Baca juga : Datang Dari 8 Negara Ini, Turki Wajibkan 14 Hari Dikarantina

Data dari Public Health Eng­land menunjukkan, vaksin Co­vid-19 sangat efektif melawan penyakit parah dan rawat inap dari varian Delta. Efektivitas Pfizer-BioNTech mencapai 96 persen. Oxford-AstraZeneca 92 persen efektif melawan kasus rawat inap setelah dua dosis.

Pemerintah juga membuat persiapan untuk menawarkan vaksin penguat (booster) ketiga pada warga yang paling rentan dan semua orang yang berusia di atas 50 tahun. Para menteri akan membuat keputusan akhir tentang pembukaan kembali pada 12 Juli mendatang.

Baca juga : Guardiola Jadi Manajer Terbaik Inggris, Selamat Ya!

Johnson awalnya ingin men­cabut pembatasan akhir pada Juni. Tetapi rencananya dibatal­kan menyusul meningkatnya kasus Covid-19 yang dipicu varian delta yang lebih menular.

Menyikapi langkah pemerintah, Asosiasi Medis Inggris (BMA) mengungkapkan kepri­hatinannya. Chaand Nagpaul, Ketua BMA mengatakan kepada Sunrise Radio, pemerintah harus melanjutkan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus Corona yang ditargetkan secara masuk akal. Juga bertindak berdasarkan data, bukan waktu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.