Dark/Light Mode

Perangi Islamofobia, PM Trudeau Minta Warga Kanada Lebih Toleran

Selasa, 20 Juli 2021 09:15 WIB
PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Net)
PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, kepada umat Islam di seluruh dunia.

"Hari ini, muslim di Kanada dan juga di seluruh dunia, bersiap merayakan Idul Adha sebagai penanda berakhirnya pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Secara tradisi, dalam momen ini, umat Islam beribadah bersama, bertukar hadiah dan salam, memberikan bantuan kepada orang miskin, berkurban, serta berbagi makanan istimewa dengan keluarga dan teman," kata PM Trudeau dalam keterangan resminya, Senin (19/7).

Trudeau menuturkan, Hari Raya Idul Adha memberikan kesempatan untuk merenungkan pelajaran tentang pengorbanan, kasih sayang, kemurahan hati, dan menunjukkan penghargaan atas berkah hidup.

Berita Terkait : Jelang Idul Adha, Kementan Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Aman

Hari Raya Idul Adha juga merupakan momen bagi seluruh Kanada, untuk mengakui banyaknya kontribusi yang telah diberikan oleh kaum muslim Kanada kepada negara, selama beberapa generasi.

Trudeau memahami kondisi Idul Adha saat ini. Saat sebagian orang dapat berkumpul dengan aman bersama keluarga dan teman, untuk merayakan Idul Adha.

Sementara yang lainnya, mungkin masih terisolasi dan sendirian.

Baca Juga : Diserang Kader PKB, NasDem Beberkan Kinerja Menterinya

Banyak pula yang gagal menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

"Tapi, jika kita terus disiplin mematuhi pedoman kesehatan masyarakat dan bergegas divaksin bila sudah mendapat slot waktu, kita pasti bisa mengalahkan virus ini. Kita optimis bisa merayakan Idul Adha bersama tahun depan," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trudeau juga mengakui bahwa Islamofobia dan kebencian anti-Muslim adalah nyata di Kanada.

Baca Juga : HDCI Jakpus Salurkan 8 Ekor Sapi

"Tragedi baru-baru ini di London, Ontario, sangat menyakitkan umat Islam, yang  terus menghadapi penghinaan, ancaman, dan kekerasan dalam komunitas di seluruh negeri," katanya.
 Selanjutnya