Dark/Light Mode

Dolar Bangkit Lagi, Rupiah Dan Mata Uang Asia Babak Belur

Rabu, 23 Juni 2021 09:37 WIB
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menguat kemarin, pagi rupiah loyo lagi. Rupiah dibuka melemah 0,16 persen ke posisi Rp 14.425 per dolar AS dibandingkan Rp 14.402 per dolar AS.

Tak hanya Rupiah, mayoritas mata uang Asia turut melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan minus 0,43 persen, peso Filipina turun 0,23 persen, baht Thailand melemah 0,18 persen, yen Jepang minus 0,15 persen, ringgit Malaysia anjlok 0,15 persen, dan dolar Singapura turun 0,1 persen.

Berita Terkait : Rem Darurat Corona Diinjek, Rupiah Menguat Tipis

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,1 persen ke level 91,844. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,01 persen ke level Rp 17.162, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,01 persen ke level Rp 20.049, dan terhadap dolar Australia naik 0,06 persen ke level Rp 10.855.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, tingginya kasus Covid-19 di dalam negeri masih menjadi sentimen positif rupiah. Namun kebijakan memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di dalam negeri, bisa jadi pendukung rupiah. Keputusan ini dianggap lebih baik dibanding pemerintah melakukan lockdown.

Berita Terkait : Corona Meroket Lagi, Rupiah Melorot

Pasalnya, apabila lockdown penuh ditetapkan maka pemerintah harus menghitung ulang estimasi biaya yang dibutuhkan jika satu wilayah memutuskan untuk lockdown. DKI Jakarta misalnya, biaya untuk mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat Ibu Kota jika di lockdown bisa mencapai Rp 550 miliar per hari. 

“Jika lockdown dilakukan selama 1 bulan maka Pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 16,5 triliun,” ujarnya dalam laporan yang dikutip, Rabu (23/6).

Berita Terkait : Corona Makin Buruk, Rupiah Tumbang

Sementara itu, dari luar negeri perhatian investor tertuju pada pasar tenaga kerja AS, yang kinerjanya kemungkinan akan mempengaruhi langkah The Fed selanjutnya. Mereka juga menunggu kesaksian Powell sebelum sidang subkomite DPR di kemudian hari.

Selain itu, pasar juga menunggu pembukaan kembali ekonomi Inggris pada 19 Juli serta keputusan kebijakan Bank of England, yang akan diumumkan pada Kamis. “Sepanjang hari ini, rupiah masih akan kembali melemah, kemungkinan bergerak di rentang Rp 14.380 - Rp 14.430 per dolar AS," tandasnya. [DWI]