Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dolar Bangkit Lagi, Rupiah Dan Mata Uang Asia Babak Belur
Rabu, 23 Juni 2021 09:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah menguat kemarin, pagi rupiah loyo lagi. Rupiah dibuka melemah 0,16 persen ke posisi Rp 14.425 per dolar AS dibandingkan Rp 14.402 per dolar AS.
Tak hanya Rupiah, mayoritas mata uang Asia turut melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan minus 0,43 persen, peso Filipina turun 0,23 persen, baht Thailand melemah 0,18 persen, yen Jepang minus 0,15 persen, ringgit Malaysia anjlok 0,15 persen, dan dolar Singapura turun 0,1 persen.
Baca juga : Corona Meroket Lagi, Rupiah Melorot
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,1 persen ke level 91,844. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,01 persen ke level Rp 17.162, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,01 persen ke level Rp 20.049, dan terhadap dolar Australia naik 0,06 persen ke level Rp 10.855.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, tingginya kasus Covid-19 di dalam negeri masih menjadi sentimen positif rupiah. Namun kebijakan memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di dalam negeri, bisa jadi pendukung rupiah. Keputusan ini dianggap lebih baik dibanding pemerintah melakukan lockdown.
Baca juga : Diincar Dengan Harga Tinggi, Khofifah Larang Ekspor Katak Porang
Pasalnya, apabila lockdown penuh ditetapkan maka pemerintah harus menghitung ulang estimasi biaya yang dibutuhkan jika satu wilayah memutuskan untuk lockdown. DKI Jakarta misalnya, biaya untuk mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat Ibu Kota jika di lockdown bisa mencapai Rp 550 miliar per hari.
“Jika lockdown dilakukan selama 1 bulan maka Pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 16,5 triliun,” ujarnya dalam laporan yang dikutip, Rabu (23/6).
Baca juga : Corona Ngamuk Lagi, Rupiah Tertekan
Sementara itu, dari luar negeri perhatian investor tertuju pada pasar tenaga kerja AS, yang kinerjanya kemungkinan akan mempengaruhi langkah The Fed selanjutnya. Mereka juga menunggu kesaksian Powell sebelum sidang subkomite DPR di kemudian hari.
Selain itu, pasar juga menunggu pembukaan kembali ekonomi Inggris pada 19 Juli serta keputusan kebijakan Bank of England, yang akan diumumkan pada Kamis. “Sepanjang hari ini, rupiah masih akan kembali melemah, kemungkinan bergerak di rentang Rp 14.380 - Rp 14.430 per dolar AS," tandasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya