Dark/Light Mode

Eks Menpora Malaysia Dijerat Kasus Korupsi

Melawan Via Medsos, Saddiq Banjir Dukungan Dari Netizen

Sabtu, 24 Juli 2021 05:10 WIB
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman di ruang sidang Parlemen, Kuala Lumpur Malaysia. (Foto : Istimewa).
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman di ruang sidang Parlemen, Kuala Lumpur Malaysia. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman merasa tuduhan korupsi terhadapnya bermuatan politis. Untuk itu, ditegaskannya, dia akan terus melakukan perlawanan untuk membersihkan nama baiknya.

Menurutnya, tuduhan tersebut diarahkan padanya setelah dia menolak untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan, Perikatan Nasional (PN).

Saddiq melakukan perlawa­nan via media sosial. Dalam postingannya, dia memuat poster dengan dasar berwarna hitam dengan dua fotonya, serta kalimat dengan huruf bold putih bertuliskan, “Saddiq Tetap La­wan” serta “Lagi Ditekan, Lagi Melawan” yang maksudnya, makin ditekan makin melawan.

Berita Terkait : Eks Menpora Malaysia Syed Saddiq, Kepentok Korupsi Rp 3,4 M

Tuduhan kepada Saddiq malah berbuah simpati. Dari pantau­an Rakyat Merdeka, kemarin, postingan tersebut dikomen lebih dari 1.200 netizen dan mendapat tanda suka dari lebih dari 33.000 warga dunia maya. Syed Sad­diq (29) memang popular di dunia maya. Ia menjadi sorotan dunia karena menjadi menteri termuda di usia 25 tahun.

“Jika Anda berpikir ancaman ini akan melemahkan semangat saya, Anda salah. Kenyataannya, ini hanya akan menambah se­mangat saya untuk membersih­kan dan membangun Malaysia untuk semua rakyat Malaysia,” ucapnya, usai menghadiri sidang dugaan korupsi terhadapnya di pengadilan Kuala Lumpur pada Kamis (22/7).

Ancaman-ancaman yang diterimanya, ditegaskannya, tidak akan melemahkan. Namun se­baliknya, itu hanya akan menguatkannya. Ia curiga mengapa dakwaan terhadapnya baru diputuskan sekarang, padahal ka­sus terebut sudah ada pada Agus­tus 2020.

Baca Juga : Pasien Isoman Jangan Minum Obat Sembarangan, Berbahaya

“Saya rasa kasus ini bermuatan politik dan saya akan melawan. Saya sangat yakin pengadilan dan para hakim akan membersi­hkan nama saya,” ucapnya.

Saddiq dikenai dua dakwaan terkait penyalahgunaan dana kampanye bekas partainya, Bersatu 1,12 juta Ringgit atau sekitar Rp 3,84 miliar. Dakwaan pertama dia dituduh telah melanggar kepercayaan dengan menarik dana sebesar 1 juta Ringgit (Rp 3,4 miliar) melalui selembar cek tanpa persetujuan dari dewan tertinggi Partai Ber­satu. Hal itu terjadi ketika dia masih menjabat sebagai ketua pemuda di partai itu.

Tindakan korupsi tersebut diduga dilakukan Syed Saddiq pada 6 Maret 2020. Akibat per­buatan tersebut, ia kini menghadapi ancaman hukuman pen­jara selama 10 tahun, hukuman cambuk, dan denda.
 Selanjutnya