Click Here

Dark/Light Mode

Eks Menpora Malaysia Dijerat Kasus Korupsi

Melawan Via Medsos, Saddiq Banjir Dukungan Dari Netizen

Sabtu, 24 Juli 2021 05:10 WIB
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman di ruang sidang Parlemen, Kuala Lumpur Malaysia. (Foto : Istimewa).
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman di ruang sidang Parlemen, Kuala Lumpur Malaysia. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Dakwaan lainnya, yaitu me­nyalahgunakan dana 120 ribu Ringgit (sekitar Rp 411 juta), sumbangan untuk kampanye Pemilihan Umum ke-14, yang dikumpulkan melalui rekening bank milik Armada Bumi Bersatu Enterprise. Pelanggaran itu dise­butkan dilakukan antara 8 April hingga 21 April 2018 dengan an­caman hukuman penjara sekitar enam bulan sampai lima tahun, hukum cambuk, dan denda.

Saddiq mengaku tidak ber­salah atas dugaan korupsi itu, di hadapan hakim Azura Alwi. Dia bebas dengan jaminan sebesar 330 ribu Ringgit (Rp 1,1 miliar) dengan satu penjamin untuk kedua dakwaan. Hakim juga memerintahkan Saddiq menyerahkan paspor dan melapor ke kantor MACC (Komisi An­tikorupsi Malaysia) setiap bulan. Demikian diwartakan Channel News Asia.

Galang Dana

Berita Terkait : Eks Menpora Malaysia Syed Saddiq, Kepentok Korupsi Rp 3,4 M

Syed Saddiq memulai peng­galangan dana untuk biaya proses hukum serta uang jaminan sebesar Rp 1,1 miliar. Melalui akun media sosialnya, Syed Saddiq memajang poster kampanye dan menayang­kannya secara live selama 1 jam 18 menit.

Selama sesi tersebut, Syed Saddiq menegaskan bahwa dia tidak bersalah atas tuduhan korupsi. Dan, meminta para pen­dukungnya untuk membagikan rekaman video serta berkontri­busi pada dana tersebut.

Sebelumnya, mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Moha­mad siap pasang badan, menjadi saksi kasus korupsi yang menyeret Syed Saddiq. Mahathir men­curigai, ada usaha pembunuhan karakter dalam kasus ini.

Berita Terkait : Jebol Hingga 11.079, Malaysia Cetak Rekor Kasus Harian, Paling Banyak Di Selangor

Sebab, menurutnya, Saddiq adalah seorang pemimpin yang memiliki kharisma dan banyak pengikut, terutama di kalangan anak muda.

“Memang mereka (Pemerin­tah) melihat Syed Saddiq sebagai orang bepengaruh, dia berhasil mengumpulkan orang-orang, terutama yang muda,” katanya.

Hal senada dilontarkan pe­mimpin oposisi Anwar Ibrahim. Ia curiga alasan di balik dak­waan terhadap anggota parlemen dari koalisinya itu terkait dengan pembukaan sidang parlemen pekan depan.

Berita Terkait : KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bansos Covid-19 Bupati Bandung Barat

Anwar Ibrahim menduga, manuver itu sebagai cara koalisi Pemerintah mencari dukungan. Sebab koalisi Pemerintah tidak kuat di parlemen sehingga mudah digoyang ketika ada mosi tidak percaya. Saat ini, isu mosi tidak percaya mulai berembus karena banyak yang kecewa dengan cara Pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19. [MEL]