Dark/Light Mode

IESCOP KBRI Addis Ababa Menuju Program Global

Kamis, 29 Juli 2021 22:09 WIB
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur (Foto: Istimewa)
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia-Ethiopia Students Correspondence Program (IESCOP) yang digagas dan diluncurkan KBRI Addis Ababa, Ethiopia, pada 8 April 2021, diharapkan dapat menjadi kegiatan global Indonesia. Program tersebut diharapkan tidak hanya melibatkan pelajar Indonesia dan Ethiopia, tapi juga pelajar dari negara-negara lain. Sebab, IESCOP adalah sarana komunikasi dan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi kemajuan pelajar Indonesia.

Harapan itu disampaikan Asni Dewita, guru sekolah menengah dan peserta seminar nasional bertajuk “Learning Loss: Masalah Hari Ini atau Mimpi Buruk Masa Lalu”, Rabu (28/7). Seminar yang diikuti sekitar 300 peserta itu diselenggarakan Universitas Negeri Padang bekerja sama dengan Universitas Yarsi Jakarta, Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI), dan Revolt Institute. 

Baca Juga : Ginandjar: PMI Siap Bantu Vaksinasi 100.000 Sehari

Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, yang menjadi pembicara pada seminar tersebut mengatakan, IESCOP adalah sarana komunikasi dan tatap muka virtual serta korespondensi yang mendorong terciptanya persahabatan dan kerja sama pelajar Indonesia dengan Ethiopia sejak usia dini. 

“Melalui pertemuan virtual dan komunikasi jarak jauh, pelajar dapat berkenalan, saling berbagi, dan belajar satu sama lain tentang hal-hal yang baru,” kata Dubes Al Busyra, seperti keterangan KBRI Addis Ababa, yang diterima RM.id, Kamis (29/7).

Baca Juga : Telkom Perkuat Nilai Akhlak Demi Akselerasi Digital Indonesia

Pertemuan virtual ke-2 IESCOP diselenggarakan 26 Juni 2021 dan pertemuan ke-3 pada Agustus 2021. Al Busyra menerangkan, program ini memang direncanakan akan melibatkan pelajar dari berbagai negara kawasan lain. Di antaranya Eropa dan Amerika, yang sudah menyatakan minat mereka.   

Pada seminar nasional tersebut, dibahas juga berbagai tantangan yang dihadapi pelajar dan mahasiswa Indonesia dalam kegiatan belajar selama pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pelajar. Di antaranya berakibat menurunnya profil pembelajaran hingga learning loss di Indonesia. 

Baca Juga : Bulog Jamin Beras Bantuan PPKM Berkualitas Baik

Selain Dubes Al Busyra, pembicara lain dalam seminar itu antara lain Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril; Rektor UNP Prof Ganefri, Rektor Universitas Yarsi Jakarta, Prof Fasli Djalal, peneliti Research on Improving System of Education (RISE) Delbert Lim, dan pakar pendidikan Reno Fernandes. [USU]