Dark/Light Mode

Yuk! Jalan-Jalan Ke Almaty, Kazakhstan

Jumat, 10 Mei 2019 15:18 WIB
Narasumber Utama Divisi Promosi Pariwisata Kazakhstan Akmaral Yechshanova, Councellor/Deputy Chief of Mission of Kazakhstan Embassy Kairat Malayev, Presiden Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Dr N Rusmiati, dan Counsellor of Visit Almat Nygmet Zhunussov.(Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka).
Narasumber Utama Divisi Promosi Pariwisata Kazakhstan Akmaral Yechshanova, Councellor/Deputy Chief of Mission of Kazakhstan Embassy Kairat Malayev, Presiden Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Dr N Rusmiati, dan Counsellor of Visit Almat Nygmet Zhunussov.(Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bosan dengan tujuan wisata manca yang itu-itu saja? Kini saatnya anda melirik Almaty, sebuah kota terbesar di Kazakhstan. Sekadar mengingatkan, Kazakhstan adalah negara terbesar di Asia Tengah, ke-2 terbesar dalam negara pecahan Uni Soviet setelah Rusia. Sekaligus negara terluas ke-9 di dunia lho. 

Buat warga Indonesia, negeri ini tentu unik dan menarik. Soalnya, negara penutur bahasa Rusia ini 70 persen warganya adalah Muslim. Tentu anda tak perlu khawatir dengan kuliner halal di sana. Dari sisi etnis, bangsa Kazakh merupakan etnis terbesar. Mereka adalah keturunan Turki dan Mongol.

Sementara kota Almaty, adalah salah satu kota terbesar dan terindah di Kazakhstan. Kota berjuluk ‘Kota Taman’ ini terletak di kaki pegunungan Tien Shan, di jantung Eurasia.

Baca juga : YLKI: Waspada Bahan Pangan Tak Sehat Selama Ramadhan

Hal ini disampaikan Akmaral Yechshanova, Narasumber Utama Divisi Promosi Pariwisata Kazakhstan di acara Visit Almaty Conference, Kamis (9/5) lalu di Jakarta. Acara yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Kazakhstan di Jakarta ini, dihadiri Councellor/Deputy Chief of Mission of Kazakhstan, Kairat Malayev; Counsellor of Visit Almaty, Nygmet Zhunussov; dan Presiden Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Dr N Rusmiati MSi.

Selama beberapa tahun terakhir, jelas Yechshanova, jumlah wisatawan meningkat signifikan. Di akhir 2018 lalu misalnya, jumlah wisatawan meningkat sebesar 12 persen, lebih dari 1 juta. Dari jumlah tersebut, 365 ribu adalah orang asing. 

Peningkatan wisatawan ini, ujarnya, dikaitkan dengan pengembangan jenis pariwisata Kazakhstan. Seperti medis, olahraga, beragam event budaya, pendidikan, bisnis, gastronomi, belanja, hingga wisata pegunungan.

Baca juga : Ini Jadwal Kerja PNS Selama Ramadhan

“Sebagai bagian event pariwisata, lebih dari 50 acara internasional digelar setiap tahun. Seperti Festival Jazz Internasional, Spirit of Tengri, Star of Asia, Parade Orkestra, Opera Almaty Koktobe, AppleFest, Tur Almaty, Almaty Maraphon. Dalam waktu dekat, bahkan direncanakan event pegunungan internasional, Almaty Mount Fest,” terang Yechshanova.

Selain event-event di atas, ujarnya lagi, sebagian besar turis asing malah tertarik pada budaya nomaden. Karena terkait erat dengan sejarah 1000 tahun Almaty.  Soalnya, Bangsa Kazakhs dulunya memang bangsa Nomaden. Namun pada 1920-an, mereka dipaksa menetap oleh pemerintah Uni Sovyet.    

Karena itu, dalam kerangka program "Ruhani Zakuyru", direncanakan dibangun pusat budaya Saki "Boraldai Saka Kurgans", museum "Saksky Kurgan" dan Raiymbek Batyr, kompleks etnokultural "Ethnoland".  [RUS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.