Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mantan Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Taliban

Kamis, 26 Agustus 2021 12:30 WIB
Aktivis anti penjara Guantanamo berpakaian dengan pakaian tahanan, berdemonstrasi di dekat Gedung Putih, Washington, AS, pada 11 Januari 2020. Mereka menentang kamp penahanan Teluk Guantanamo dan mendesak penutupan penjara itu, serta minta pertanggungjawaban atas berbabagai penyiksaan di sana. [Foto: REUTERS/Mike Theiler]
Aktivis anti penjara Guantanamo berpakaian dengan pakaian tahanan, berdemonstrasi di dekat Gedung Putih, Washington, AS, pada 11 Januari 2020. Mereka menentang kamp penahanan Teluk Guantanamo dan mendesak penutupan penjara itu, serta minta pertanggungjawaban atas berbabagai penyiksaan di sana. [Foto: REUTERS/Mike Theiler]

RM.id  Rakyat Merdeka - Taliban menunjuk seorang mantan tahanan Guantanamo sebagai Menteri Pertahanan. Dia adalah Mullah Abdul Qayyum Zakir.

Demikian dikutip dari Al Jazeera yang berbasis di Qatar. Zakir, juga dikenal sebagai Abdullah Gulam Rasoul, pernah ditangkap oleh pasukan AS setelah tragedi 9/11 dan dipenjarakan di pusat penahanan Guantanamo di Kuba.

Berita Terkait : PPKM Diperpanjang, Ini Syarat Perjalanan Terbaru

Penjara Guantanamo merupakan penjara berkeamanan tinggi militer AS di Kuba dimana teroris tingkat tinggi ditahan. Penjara militer di bawah Joint Task Force Guantanamo (JTF-GTMO) ini dibangun untuk menampung pelaku kriminal berat setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Washington.

Dilansir Daily Mail, Mullah Abdul Qayyum Zakir ditangkap oleh pasukan pimpinan AS setelah invasi mereka ke Afghanistan pada tahun 2001 dan ditahan di Teluk Guantanamo hingga 2007, dan kemudian dibebaskan.

Berita Terkait : Layanan Kesehatan Untuk Pekerja Migran Makin Jos

Namun setelah dibebaskan, Zakir kembali menjadi komandan operasi Taliban di Afghanistan selatan. Dia dituding mendalangi gelombang serangan pinggir jalan terhadap pasukan Amerika dan mengorganisir serangan terhadap pesawat AS di Afghanistan.
 Selanjutnya