Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mantan Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Taliban

Kamis, 26 Agustus 2021 12:30 WIB
Aktivis anti penjara Guantanamo berpakaian dengan pakaian tahanan, berdemonstrasi di dekat Gedung Putih, Washington, AS, pada 11 Januari 2020. Mereka menentang kamp penahanan Teluk Guantanamo dan mendesak penutupan penjara itu, serta minta pertanggungjawaban atas berbabagai penyiksaan di sana. [Foto: REUTERS/Mike Theiler]
Aktivis anti penjara Guantanamo berpakaian dengan pakaian tahanan, berdemonstrasi di dekat Gedung Putih, Washington, AS, pada 11 Januari 2020. Mereka menentang kamp penahanan Teluk Guantanamo dan mendesak penutupan penjara itu, serta minta pertanggungjawaban atas berbabagai penyiksaan di sana. [Foto: REUTERS/Mike Theiler]

 Sebelumnya 
Menurut situs berita Arab Alarby, Mullah Abdul Qayyum Zakir bertanggung jawab atas pasukan yang memasuki istana kepresidenan Afghanistan di Kabul awal bulan ini setelah pemerintahan resmi yang dipimpin oleh Presiden Ashraf Ghani runtuh.

Dia juga dikatakan sebagai penentang keras pembicaraan damai yang terjadi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan sebelum pengambilalihan. Meski demikian, penunjukan Mullah Abdul Qayyum Zakir ini dinilai tidak mengejutkan.

Berita Terkait : PPKM Diperpanjang, Ini Syarat Perjalanan Terbaru

Mantan komandan Taliban Mullah Abdul Salaam Rocketi, yang kemudian menjadi anggota parlemen Afghanistan, sebelumnya mengatakan bahwa Mullah Abdul Qayyum Zakir adalah komandan medan perang legendaris.

"Ketenarannya menjadi perhatian Mullah Omar (pendiri Taliban), dan keduanya menjadi dekat dari waktu ke waktu," tambahnya.

Berita Terkait : Layanan Kesehatan Untuk Pekerja Migran Makin Jos

Mantan komandan lainnya mengatakan di CS Monitor bahwa Mullah Abdul Qayyum Zakir sangat berpengalaman dalam hukum syariah Islam. Dia juga telah terluka beberapa kali, termasuk di akhir 1990-an oleh bom yang juga menewaskan empat teman dekatnya. [RSM]