Dewan Pers

Dark/Light Mode

Layanan Kesehatan Untuk Pekerja Migran Makin Jos

Selasa, 24 Agustus 2021 06:40 WIB
Dirut PT Taspen (Persero) Antosius NS Kosasih (kiri), menyerahkan kunci mobil ambulans secara simbolis kepada Unit Pelayanan Teknis (UPT) daerah Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), disaksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan), Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kedua kanan), dan Komisaris Utama PT Taspen (Persero) Suhardi Alius di Jakarta, kemarin. PT Taspen (Persero) memberikan 4 unit mobil ambulans untuk mendukung BP2MI dalam memberikan layanan untuk pekerja migran Indonesia. (Foto : KHAIRIZAL ANWAR / RM).
Dirut PT Taspen (Persero) Antosius NS Kosasih (kiri), menyerahkan kunci mobil ambulans secara simbolis kepada Unit Pelayanan Teknis (UPT) daerah Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), disaksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan), Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kedua kanan), dan Komisaris Utama PT Taspen (Persero) Suhardi Alius di Jakarta, kemarin. PT Taspen (Persero) memberikan 4 unit mobil ambulans untuk mendukung BP2MI dalam memberikan layanan untuk pekerja migran Indonesia. (Foto : KHAIRIZAL ANWAR / RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kini memiliki empat ambulans untuk melayani Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dengan armada itu, diharapkan layanan kesehatan untuk para pahlawan devisa negara bisa lebih jos alias lebih baik.

Ambulans tersebut ban­tuan dari PT Taspen (Persero). Rencananya, perusahaan pelat merah itu akan memberikan 23 unit ambulans. Untuk tahap per­tama ini, Taspen menyerahkan 4 ambulans. Bantuan ini tentu bisa membantu BP2MI dalam menjalankan tugasnya. Sebab, selama ini, BP2MI belum me­miliki kendaraan tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, pemberian bantuan ini sebagai bukti negara hadir melayani semua lapisan masyarakat. Menurutnya, se­lama ini BUMN telah mendu­kung program BP2MI dalam melayani dan melindungi PMI. Mulai dari layanan di bandara hingga pembiayaan ringan lewat bank BUMN. Ditegaskannya, Pemerintah akan terus beru­paya memberikan perlindungan mulai dari sebelum berangkat ke luar negeri hingga kembali ke Tanah Air.

Berita Terkait : BP Jamsostek Imbau Pekerja Informal Daftar Jadi Peserta

“Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, kita harus menjaga pekerja migran dari ujung rambut sampai ujung kaki. Untuk itu, negara hadir dan kita semua yang ada di sini tidak boleh le­lah melayani rakyat kecil,” kata Erick dalam acara penyerahan bantuan ambulans dari PT Tas­pen (Persero) kepada BP2MI, di Jakarta, kemarin.

Kepala BP2MI Benny Rham­dani berharap, bantuan ambulans ini dapat memaksimalkan pelayanan pihaknya untuk PMI. Dise­butkannya, setiap tahun pihaknya menangani 859 jenazah PMI, dan 1.142 PMI sakit. Selama ini pi­haknya hanya bisa menyediakan ambulans melalui sewa atau kon­trak. Itu pun hanya untuk PMI, tidak termasuk keluarganya.

“Bantuan ini tentu akan me­ningkatkan pelayanan untuk pekerja migran,” imbuhnya.

Berita Terkait : Pakai IOT, Telkomsel Bantu Puskesmas Jaga Kualitas Vaksin

Benny menilai, bantuan am­bulans ini merupakan kado istimewa bagi para PMI di hari Kemerdekaan RI ke-76.

“Saya menyampaikan terima kasih untuk Kementerian BUMN dan PT Taspen. Ini sekaligus me­wakili ucapan terima kasih dari 4,2 juta PMI yang tercatat resmi, dan 5 juta pekerja migran yang tidak tercatat. Yang pasti, semua tetap mendapatkan perlakuan yang sama, jika ada PMI dan ke­luarga yang meninggal maupun yang sakit,” tegas Benny.

Ia menambahkan, satu unit ambulans yang diserahkan un­tuk UPT Wilayah Pusat sudah beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). UPT ini dipriori­taskan sebab Soetta pintu masuk utama. Kebutuhan layanan di bandara ini tinggi. [NOV]