Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rektor Unhan Paparkan Format Baru Pasca Pandemi Di Konferensi International

Kamis, 9 September 2021 17:19 WIB
Rektor Unhan Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian (Foto: Dok. Unhan)
Rektor Unhan Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian (Foto: Dok. Unhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian menjadi salah satu pembicara pada 14th International Research Conference yang diselenggarakan General Sir John Kotelawala Defence University, Kamis (9/9). Konferensi internasional tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan tema “Security, Stability and National Development in the New Normal”.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Menteri Pertahanan Sri Lanka General GDH Kamal Gunaratne sekaligus memberikan sambutan. Konferensi terbagi ke dalam tiga sesi, yakni plenary, oral presentations, dan poster presentations.

Hadir para pejabat utama Kementerian Pertahanan Sri Lanka, perwira tinggi Angkatan Bersenjata Sri Lanka, pejabat organisasi internasional, para akademisi dari perguruan tinggi dan think tank dari berbagai negara.

Konferensi bertujuan mendapatkan gagasan baru dan ide-ide cemerlang para pembicara untuk nantinya menjadi basis penelitian selanjutnya. Keseluruhan sesi dibagi ke dalam kategori defence and strategy; medicine and health; engineering; management; law; environment and spatial; computing; dan basic and applied sciences.

Sebagai pembicara pada sesi plenary, Amarulla Octavian menyampaikan makalah berjudul “Post-Covid-19 Pandemic’s State Format and Roles”. Pada kesempatan tersebut disampaikan pentingnya menata format negara untuk mengatasi dan melawan pandemi Covid-19 secara lebih komprehensif.

Format baru tersebut dirancang dapat kompatibel dengan tata negara dan tata pemerintahan di dunia. Format negara ke depan mengatur basis tugas lembaga negara dengan aparat negaranya, dan tugas instansi pemerintah dengan aparat pemerintahnya.

"Memanfaatkan format yang lebih tertata, maka peran lembaga negara dan instansi pemerintah akan terbagi ke dalam peran aktif dan peran partisipatif yang bisa lebih efektif dan efisien mengatasi dan/atau melawan pandemi Covid-19. Dengan penataan format dan harmonisasi peran masing-masing lembaga negara dan instansi pemerintah, maka upaya untuk mendeteksi dan mencegah pandemi di masa mendatang dapat lebih terukur," terangnya.

Pembicara berikutnya adalah Prof Roger Kangas dari US.National Defense University, Prof Liu Zongyi dari Shanghai Insitute of International Studies, Prof Shahab Enam Khan dari Jahangirnagar University, dan Air Marshal D Choundhury dari National Defence College, India. [USU]