Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Impian Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bertemu mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden dalam pertarungan pilpres 2020 bakal terwujud. Dalam dua bulan ke depan, Biden akan mengumumkan pencalonannya dalam pilpres 2020.
Dalam tur promo bukunya berjudul “Promise Me, Dad”, Biden menyebut dirinya paling tepat menjadi presiden. “Saya rasa saya orang paling pas menjadi presiden negeri ini. Masalah yang kita hadapi sekarang sama dengan masalah yang saya kerjakan selama ini, seputar kelas menengah dan kebijakan luar negeri,” ujar Biden di Missoula, Montana, Senin malam lalu (3/12), dilansir media online, Missoula Current.
Baca juga : Dipuji Kawan & Lawan, Andika Memang Perkasa
“Tapi, saya dan keluarga harus memastikan kapan waktu yang tepat secara bersama. Kita selalu melakukan apa saja bersama,” lanjutnya.
“Saya memiliki dua cucu muda yang ditinggalkan putra saya yang mencintai saya dan memuja saya dan menginginkan saya hidup. Saya ingin berada di sana untuk merawat mereka, jadi kami harus mencari tahu apakah ini adalah sesuatu yang dapat kita semua lakukan sebagai keluarga.”
Baca juga : Tak Puas, Jaket Kuning Lanjutkan Unjuk Rasa
Juli tahun lalu, dalam wawancara “CBS Evening News” Trump menyebut keinginannya mencalonkan diri bersama mantan Wakil Presiden Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020. “Yah, aku bermimpi, aku bermimpi tentang Biden. Itu adalah mimpi, ”kata Trump kepada preseter Jeff Glor ketika ditanya siapa yang dia pikir akan menjadi lawan Demokratnya.
“Saya ingin Biden.” Dia menyebut Biden telah dua kali gagal nyapres. “Obama mengeluarkannya dari tumpukan sampah, membuatnya menjadi wakil presiden, dan dia baik-baik saja.”
Baca juga : Wow, Paduan Suara Binaan Pemprov DKI Jadi Juara Umum Di Italia
Dalam buku setebal 272 halaman itu, Biden menggambarkan jalan hidupnya seperti garis lurus “sesuai prinsip dan norma.” Namun, kenyataannya, tidaklah semulus itu. Biden menggambarkan, keluarganya juga mengalami masalah dan konflik.
Kisah senang dan sedih dialami Biden. Mulai dari kegembiraan menjadi wakil presiden sampai kesedihan ditinggal putra kesayangan, Beau. “Alasan saya menulis buku ini agar orang-orang tidak mengasihani saya. Bukan juga cara saya menggurui orang lain. Saya hanya ingin menyampaikan, anda bisa bertahan jika menemukan tujuan hidup,” ujar Biden. “Tidak ada yang hidup senang tanpa mengalami kesulitan,” ucapnya lagi. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya