Dark/Light Mode

Raja Malaysia Happy PM Dan Oposisi Akur

Selasa, 14 September 2021 06:20 WIB
Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri’ayatuddin memimpin sidang parlemen pertama kali pada era Pemerintahan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob di Kuala Lumpur, Senin (13/9). (Foto: Istana Negara Malaysia)
Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri’ayatuddin memimpin sidang parlemen pertama kali pada era Pemerintahan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob di Kuala Lumpur, Senin (13/9). (Foto: Istana Negara Malaysia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stabilitas politik di Malaysia kini semakin baik. Pemerintah dan kubu oposisi mulai akur. Kedua belah pihak berkomitmen untuk fokus mengatasi masalah bangsa.

Hal itu membuat Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengaku senang. Menurutnya, kerja sama bipartisan ini sebagai tanda pendewasaan politik negeri jiran itu.

Sultan Abdullah menyampai­kan apresiasinya dalam pembu­kaan sidang parlemen perdana era pemerintahan Perdana Menteri (PM) Ismail Sabri Yaakob di Kuala Lumpur, kemarin.

Berita Terkait : Politisi DAP: Jangan Berprasangka Buruk, Oposan Nggak Bakal Terkooptasi

Selanjutnya, Parlemen akan bersidang selama 17 hari hingga 12 Oktober mendatang. Sedangkan Senat akan melakukan rapat pada 4-26 Oktober nanti.

“Saya menyambut baik dan menghargai upaya untuk mewu­judkan pendekatan baru, kerja sama bipartisan yang melibat­kan semua pihak,” ucap Sultan Abdullah, dikutip Channel News Asia.

“Kedewasaan seperti inilah yang diinginkan masyarakat,” tambahnya.

Berita Terkait : Najib Razak Dianggap Seperti Tikus Jagain Lumbung Padi

Ismail Sabri diangkat sebagai PM pada 21 Agustus lalu Setelah 114 dari 220 anggota parlemen mendukungnya sebagai peng­ganti PM Muhyiddin Yassin. Muhyiddin telah mengundurkan diri pada 16 Agustus lalu karena telah kehilangan dukungan mayoritas di Majelis Rendah.

Demi memastikan posisinya di parlemen, PM Sabri sudah meneken nota kesepahaman dengan kubu oposisi sesaat sebelum sidang berlangsung, kemarin.

Dalam pernyataan Bersama, perwakilan dari Pemerintah dan pemimpin oposisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa mereka sepakat untuk fokus melakukan reformasi dan transformasi.
 Selanjutnya