Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bokek Abis, Buronan Serahin Diri Ke Polisi

Senin, 27 September 2021 08:26 WIB
Darko Desic. (Foto: Istimewa).
Darko Desic. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang buronan narapi­dana menyerahkan diri ke polisi. Penyebabnya karena frustrasi karena tak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan. Padahal, sudah 29 tahun sang napi melarikan diri dari fasili­tas Penjara Grafton, di New South Wales (NSW), Australia. Tepatnya, pada malam hari, 1 Agustus 1992. Saat itu, napi bernama Darko “Dougie” Desic itu baru menjalani 13 bulan dari 3,5 tahun masa hukumannya akibat kasus narkotika.

Petugas yang melakukan pencarian saat itu, dibuat frustrasi. Karena kepandaian Desic bersembunyi. Bahkan, hingga status buronnya berakhir selama 20 tahun, Desic tak pernah ditemukan. Namun, pandemi Covid-19 membuat­nya berubah pikiran. Dan mengakhiri pelariannya.

Berita Terkait : Wakil Bupati Bojonegoro Laporin Bupati Ke Polisi

Mengutip Oddity Central, kemarin, kebijakan karantina wilayah alias lockdown di NSW, membuat Desic kehilangan tempat tinggal. Parahnya lagi, ia tidak memiliki cara untuk menghidupi dirinya sendiri.

Desic menyerahkan diri ke Kantor Polisi Dee Why, NSW. Dan karena pelariannya, kini dia ditahan tanpa jaminan. Desic harus menjalani hukuman minimal satu tahun dan satu bu­lan sebelum dapat mengajukan pembebasan bersyarat. Dia juga menghadapi kemungkinan hukuman tambahan maksimum tujuh tahun penjara karena ka­bur dari tahanan.

Berita Terkait : IndiHome Error, Telkom Janji Beri Ganti Rugi Ke Pelanggan

Namun, Desic beruntung. Ada pihak yang ingin mem­bela dan melihatnya bebas. Soalnya, selama pelariannya, Desic dianggap berbuat baik dan tak pernah mengganggu. Usut punya usut, dia ka­bur dari penjara karena takut diekstradisi ke negara asalnya, Serbia. Dia takut dihukum karena mangkir dari wajib militer. [PYB]