Dark/Light Mode

Belum Terima Jemaah Indonesia

Saudi Ngeyel

Sabtu, 2 Oktober 2021 09:16 WIB
Pelaksanaan ibadah umroh di tengan pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)
Pelaksanaan ibadah umroh di tengan pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Membaiknya penanganan Corona di Indonesia sudah diakui dunia. "Sudah banyak sebenarnya penghargaan tentang bagaimana Indonesia mengendalikan laju penularan dalam waktu singkat," ucap Nadia, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.
 
Lantas, apa yang sudah dilakukan Pemerintah atas sikap Saudi itu? Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah membahas hal ini dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal Bin Farhan Al-Saud.
 
Faizasyah berharap, ada berita baik setelah kedua menteri melakukan pembahasan. Bukan hal mustahil jemaah Indonesia bisa kembali umroh. Progresnya, Pemerintah Saudi hanya meminta satu vaksinasi tambahan alias booster.
 
"Intinya, bagi mereka yang divaksin Sinovac harus juga mendapat vaksin tambahan dengan vaksin yang mereka akui. Sementara, Indonesia meminta agar yang menjadi rujukan adalah vaksin yang mendapat emergency use of listing (EUL) dari WHO," terang Faizasyah.
 
Sementara, epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menganggap wajar yang dilakukan Saudi. Sebab, pengendalian pandemi harus secara komprehensif, ditinjau dari proses dan logika program. Sederhananya, jumlah orang yang dites harus sesuai eskalasi pandemi. Bukan hanya berpatokan pada positivity rate.
 
"Tapi yang dilihat, bagaimana negara itu merespons public health-nya. Ini kenapa ketika kita klaim bagus, tapi masih ada yang membantah. Itu karena data kematian dan tesnya," terang Dicky.
 
Dengan sikap Saudi ini, lanjut dia, menjadi PR besar bagi Pemerintah dalam memperbaiki 3T, 5M, dan vaksinasi. Selain juga perlu negosiasi bilateral untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Sebab, masing-masing negara punya strategi sendiri untuk menjaga keamanan negaranya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.