Dark/Light Mode

Dapat BLT Corona, Malah Buat Beli Kartu Pokemon

Kamis, 4 November 2021 07:24 WIB
Kartu Pokemon. (Foto: ZLATKO UNGER /AP).
Kartu Pokemon. (Foto: ZLATKO UNGER /AP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bukannya membeli barang-barang kebutuhan pokok, pria asal Kota Dublin, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat (AS) ini malah menggunakan dana bantuan Corona Virus Disease (Covid-19) untuk membeli kartu Pokemon.

Mengutip Associated Press (AP), pria itu bernama Vinath Oudomsine. Ia mendapatkan bantuan dana 85 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,2 miliar). Tapi, lebih dari 57 ribu dolar AS (sekitar Rp 815 juta) malah dia gunakan hanya untuk membeli koleksi kartu Pokemon.

Baca juga : Sandiaga Mulai Buka Telinga

Oudomsine pun akhirnya harus jadi pesakitan di Pengadilan Distrik Georgia, AS. Jaksa Penuntut, David Estes mendakwa Oudomsine melakukan penipuan. Dia dituduh memberikan informasi palsu demi mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah.

Estes menyebut, Oudomsine mengaku memiliki bisnis hiburan. “Dia berbohong soal berapa banyak orang yang dia pekerjakan serta pendapatan tahunan bisnisnya,” beber jaksa.

Baca juga : Jokowi Belum Plong

Oudomsine pun mengakui perbuatannya. Kini, dia terancam hukuman penjara 20 tahun.

Kartu Pokemon bagi generasi kelahiran 90-an hingga 2000-an merupakan hal yang digandrungi. Mereka berspekulasi, jika kartu itu suatu saat akan bernilai.

Baca juga : Pasar Tani Goes To Mall Dekatkan Petani Dan Konsumen

Ternyata saat ini spekulasi itu benar. Ada saja yang tertarik mengoleksinya. Bahkan sebuah koleksi kartu Pokemon ada yang bernilai hingga 100 ribu Poundsterling (Rp 1,9 miliar). [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.