Dark/Light Mode

Sekjen Kemendes PDTT: Kawasan Timur Adalah Sumbu Baru Pembangunan Indonesia

Kamis, 22 Juli 2021 21:02 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid. (Foto: Humas Kemendes)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid. (Foto: Humas Kemendes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara virtual, Kamis (22/7).

Dalam dialog yang membahas pembangunan nasional di Indonesia Timur itu, Taufik mengatakan, dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, tidak ada satu orang pun yang ditinggalkan dalam pembangunan (no man left behind).

Diingatkannya, sejak Proklamasi 1945, berbagai tahapan pemerintahan sudah dilewati. Banyak hal yang dilakukan secara bersama. "Namun harus ada afirmasi action yang harus yang harus digulirkan untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan," tuturnya.

Taufik menilai, Presiden Joko Widodo telah menggeser fokus pembangunan ke wilayah Indonesia timur sehingga menimbulkan rasa keadilan. Tidak ada lagi diskriminasi dalam pembangunan di Indonesia. 

Dia mengaku sangat merasakan adanya afirmasi pembangunan ke wilayah Indonesia Timur. Hal ini dilihat dari NawaCita, yang salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran serta memlerkuat desa. "Kawasan timur adalah sumbu baru pembangunan di Indonesia," beber Taufik.

Berita Terkait : Mantapkan Zona Integritas, Biro Humas Kemendes PDTT Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Taufik pun mengajak seluruh elemen masyarakat, utamanya di wilayah Indonesia Timur untuk berperan aktif untuk mewujudkan sekaligus membuktikan jika kawasan timur adalah sentrum pembangunan Indonesia saat ini.

Indonesia Timur, termasuk desa, kata Taufik, adalah halaman baru pembangunan. Karena itu, harus juga disertakan kebijakan yang sejalan dengan NawaCita dan kebijakan pembangunan nasional saat ini.

Dalam pandangan Kemendes PDTT dan merujuk pada data, potensi Indonesia Timur saat besar yang didukung oleh afirmasi dari pemerintah. Bahkan, ada regulasi yang mengatur daerah dan desa.

Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari SDGs Global, Kemendes melandingkan ke konteks desa yang disebut dengan SDGs Desa. 

"Di dalamnya ada 17 Goal Pembangunan yang Berkelanjutan yang harus wujudkan sesuai target 2030, namun ada angka Kemiskinan Kronis yang harus dientaskan tahun 2024," kata Taufik.

Berita Terkait : Mendes PDTT Imbau Kepala Daerah Maksimalkan Dana Desa

Ini dimulai dengan identifikasi masalah, kebutuhan, dan langkah yang harus dilakukan dengan merujuk pada data-data yang objektif. Soalnya, dalam RPJMN telah mensyaratkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan harus menjadi navigasi bagi arah kebijakan, hingga ke level desa.

"Kita bakal bahas soal Desa Tanpa Kemiskinan, Kelaparan, Desa Sehat Sejahtera, afirmasi pembangunan ramah lingkungan dan ada kesetaraan gender," beber Taufik.

Dan di SDGs Desa ada penambahan Goal ke-18 yaitu Lembaga Masyakat Desa dan Budaya Desa Adaptif Ini adalah upaya terbaru untuk terus menerus mendorong daerah kita bisa sejahtera, mengatasi kemiskinan dan menjadi masyarakat sebagai subjek utama pembangunan nasional.

Kemendes kemudian melakukan pendataan berkaitan dengan SDGs Desa ini. Fakta menarik yang ditemukan, banyak kebijakan tidak berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat karena ada kepentingan dan alasan tertentu.

Kemendes pun terus memaksimalkan pemutakhiran data Desa secara terus menerus yang menjadi dasar penyusunan rencana kerja pemerintah, termasuk di desa.

Berita Terkait : Penyaluran Kredit Perbankan Triwulan II Tumbuh Positif

Diingatkan Taufik, dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat harus mendukung segala kebijakan pemerintah dan bahu membahu untuk menyukseskan pembangunan. "Saya tegaskan, jangan pernah kita pesimis, harapan kita harusnya lewati ratapan kita saat ini," tandasnya. [DIR]