Dark/Light Mode

Kemnaker Minta Manajemen Giant Berdialog dengan Pekerja

Sabtu, 29 Mei 2021 16:37 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan telah berupaya mempertemukan manajemen perusahaan ritel, Giant, dengan serikat pekerja buruh guna membicarakan rencana penutupan yang akan dilakukan pengelola pada akhir Juli 2021 nanti.

Tujuan pertemuan ini, agar Kemnaker memperoleh penjelasan lengkap mengenai rencana penutupan, termasuk mengenai kejelasan nasib para pekerjanya. “Kita tetap akan melanjutkan proses fasilitasi dengan kembali mengundang kedua belah pihak,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (28/5).

Berita Terkait : Menteri Bintang : Hentikan Kekerasan Pada Anak

Ida mengatakan, pihaknya tetap meminta kepada manajemen Giant melakukan berbagai upaya, untuk menghindari adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerja. “Kita minta kedua belah pihak mengedepankan dialog secara bipartit, antara pihak manajemen dan pekerja mengenai rencana penutupan Giant ini. Semua hal harus dikomunikasikan dengan baik dan jelas,” ujar politisi PKB itu.

Namun, jika PHK tetap harus dilakukan, pemerintah berharap penyelesaian hubungan kerja diselesaikan secara musyawarah mufakat, atau adanya dialog antara pengusaha dengan pekerja. “Pemerintah pun meminta perusahaan agar menjamin pembayaran hak-hak bagi pekerja sepenuhnya. Pemerintah meminta agar hak-hak pekerja wajib dipenuhi oleh pihak manajemen,” jelas Ida.

Berita Terkait : Haedar Minta Warga Muhammadiyah Bermedsos Dengan Akhlak

Selain itu, dia mendorong manajemen Giant memperhatikan nasib pekerja yang terancam di-PHK. Setidaknya, mereka diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan lain yang masih dalam naungan PT Hero Supermarket Tbk. Seperti IKEA, Supermaket Hero, atau Guardian.

Perhatian Ida menghadapi dinamika ini lebih dari itu. Mantan anggota DPR itu menawarkan opsi adanya kerja sama program skilling, reskilling up skilling bagi para pekerja yang ter-PHK untuk mendapatkan pelatihan kerja di Balai-balai Latihan Kerja (BLK). "Kita juga ada progam wirausaha mandiri yang bisa dimanfaatkan para pekerja,” sebut Ida.

Berita Terkait : Menaker Siap Hadapi Gelombang Balik Pekerja Migran

Sekadar informasi, dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemnaker, Jumat (28/5) ini, pihak manajemen Giant berhalangan hadir karena sedang melakukan pembicaraan dengan para pekerja untuk mencari solusi terbaik. [UMM]