Dark/Light Mode

Menaker: Magang Di Luar Negeri, Banyak Yang Jadi Pengusaha

Selasa, 12 Oktober 2021 18:10 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, secara resmi membuka Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri, Senin (11/10/2021), di Hotel Mercure Samarinda. Pembukaan ditandai dengan tabuhan beduk yang dilakukan Menaker Ida.

Dia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya menekan pengangguran di Tanah Air. Salah satunya, melalui program pemagangan.

Berita Terkait : Yusril Vs Hamdan Kawan Jadi Lawan

Pemagangan merupakan bagian proses pelatihan dengan menempatkan peserta di perusahaan. Sehingga mereka bisa merasakan situasi dan suasana bekerja. "Jadi pemagangan itu bagian pelatihan. Pemagangan bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah secara terselubung, bukan," ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Dia menambahkan, pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang sudah berlangsung sejak 1993. Hingga saat ini, peserta yang sudah dikirim ke Negeri Sakura itu sudah mencapai 85.415 orang peserta. Menurutnya, banyak mantan peserta yang mengikuti pemagangan di Jepang kemudian menjadi pengusaha sukses atau diterima dunia usaha. Baik di Jepang, aupun di dalam negeri.

Berita Terkait : Erick: Anak Muda Jadi Pengawal Transisi Energi

"Mereka mulai dari pemagangan, kemudian bisa menjadi pekerja. Ada yang (kini) memiliki pekerja sampai 500 orang. Banyak sekali, dari usaha kecil sampai skala menengah," imbuh mantan Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (1999-2018) ini.

Ida menyatakan, pemagangan di Jepang dihentikan sementara karena pandemi Covid-19. Menurutnya, Pemerintah Jepang membatasi kehadiran warga negara asing, termasuk peserta pemagangan.

Berita Terkait : KPK Lantik 2 Pegawai Yang Baru Pulang Sekolah Di Luar Negeri Jadi ASN

Namun, kini pihaknya sudah berkirim surat ke Pemerintah Jepang agar kembali membuka diri untuk pemagangan dari Indonesia. Hal itu seiring dengan perbaikan kondisi Covid-19 di Nusantara.

"Kita sampaikan, pandemi bisa kita kendalikan. Positivity rate turun. Kita sampaikan kondisi ini ke Pemerintah Jepang, sehingga kesempatan pemagangan ini bisa dibuka kembali," papar doktor Ilmu Pemerintahan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini. [UMM]