Dewan Pers

Dark/Light Mode

Deradikalisasi Dalam Cita Dan Fakta (2)

Selasa, 14 Desember 2021 06:20 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ajaran luhur Islam mencela kekerasan, perusakan lingkungan hidup dan lingkungan alam, pendlaliman terhadap orang-orang yang tak berdosa, menebarkan kebencian dan ketakutan, termasuk ancaman terorisme. Jika ada orang yang memperatasnamakan Islam untuk melegalkan perbuatan tercela tersebut maka kewajiban kita untuk menolak.

Berita Terkait : Deradikalisasi Dalam Cita Dan Fakta (1)

Atas nama apapun, untuk siapapun, oleh siapapun, kekerasan itu tidak ada tempatnya dalam Islam. Al-Qur’an menegaskan: Tidak ada paksaan di dalam agama (Islam). (Q.S. Al-Baqarah/2:256). Nabi Muhammad dan para sahabatnya tidak pernah memperkenalkan dan mencontohkan pemahaman seperti itu.

Berita Terkait : Teologi Untuk KaumTertindas (2)

Usaha untuk mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran luhurnya yang sesunguhnya, maka itulah yang dimaksud dengan deradikalisasi. Misi deradikalisasi bukan upaya untuk mengajak orang untuk meninggalkan atau mendisfungsionalisasikan ajaran Islam. Tentu bukan juga untuk mendiskreditkan tokoh-tokoh Islam. Stigma negatif yang dilakukan segelintir oknum yang memperatasnamakan Islam di dalam memperjuangkan keinginannya dengan cara kekerasan tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan ajaran Islam.
 Selanjutnya