Dark/Light Mode
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Hingga saat ini, perempuan karier masih sering diwacanakan secara agama dan budaya. Seolah-olah perempuan karier oleh kalangan tertentu di masyarakat kita masih dianggap bukan kodratnya. Profesi karier profesional masih dianggap domain para laki-laki, sementara perempuan karier tidak atau belum merupakan tuntutan atau prioritas.
Baca juga : Islam Dan Kultur Maritim (2)
Tumpang tindih pemahaman keagamaan dan kebudayaan membuat citra perempuan karier seolah-olah ada sesuatu yang dianggap kurang pas.
Baca juga : Islam Dan Kultur Maritim (1)
Bekerja dan berkarier adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat mendasar. Dilihat dari berbagai sudut, seseorang yang tidak bekerja, entah laki-laki atau perempuan, apapun alasannya, seolah-olah dianggap cacat atau beban sosial.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.