Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Eksistensi ideologi Pancasila tentu sangat terancam manakala paham radikalisme semakin meluas, terutama, di kalangan generasi muda, dan ancaman gerakan terorisme semakin riil. Oleh sebab itu, pemerintah tidak boleh lengah.
Pembangunan infrastruktur penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, pembangunan kualitas SDM juga penting, pembaharuan sistem politik krusial untuk tegaknya praktek politik yang lebih manusiawi, tapi yang tidak kalah penting, bahkan yang paling strategis, menurut hemat kita, adalah memerangi paham radikalisme dalam upaya semakin tegaknya ideologi Pancasila.
Baca juga : Diuji, Kenegarawanan Prabowo Subianto
Ketika eksistensi Pancasila makin terancam, ketika Pancasila hanya sebatas di bibir tapi tidak tampak dalam praktek kenegaraan yang riil, eksistensi NKRI dengan sendirinya terancam.
Maka, menurut hemat kita, tantangan terberat pemerintah Jokowi jilid ke-2 BUKAN di bidang politik dan ekonomi, tapi bagaimana kita memperkuat penghayatan dan pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan di semua bidang.
Baca juga : Peringatan Keras Ryamizard Ryacudu
Mengatasi tantangan MAHA SERIUS ini tidak cukup diserahkan kepada BPIP saja, tapi harus langsung di bawah komando Presiden Jokowi. Jika pemerintah Jokowi jilid ke-2 gagal melaksakan tugas dan tantangan yang satu ini, dampaknya akan serius sekali ke depan. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.