Dewan Pers

Dark/Light Mode

Legacy Kepemimpinan Sang Ratu

Senin, 19 September 2022 06:20 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pemimpin dunia hadir dan berkumpul di London, Inggris, menghadiri acara pemakaman Ratu Elizabeth II. Mereka datang untuk memberikan ungkapan rasa cinta dan penghormatan kepada Ratu Inggris Raya yang telah bertahta selama 70 tahun. Legacy kepemimpinan Sang Ratu mampu menjembatani transformasi budaya masa lalu dan masa kini. Menjaga keseimbangan dan kepatutan selama memegang tahta kerajaan.

Di sisi lain, sempat terjadi keributan kecil saat acara penobatan Raja Charles III berlangsung. Yaitu pena yang dipakai untuk tanda tangan dokumen penting, tiba-tiba tintanya muncrat ke mana-mana. Kecelakaan kecil ini memicu kemarahan Sang Raja. Video tinta tumpah menyebar ke media masa termasuk TikTok. Sedangkan untuk menghapus konten raja sedang marah jelas tidak mungkin. Apalagi rekaman tersebut sudah dilihat jutaan pasang mata. Satu-satunya jalan bijak yang bisa dilakukan adalah Raja mengubah perilakunya sendiri. Raja harus berperilaku sabar, menjaga emosi dan kepatutan selama memegang tahta kerajaan.

Berita Terkait : Di Balik Hacker Data Khayangan

“Kalau seorang raja yang sudah lengser dan pengin maju lagi untuk menjadi patih atau wakil raja, apakah melanggar kepatutan Mo,” celetuk Petruk, cengengesan. Romo Semar tidak tertarik untuk nimbrung urusan politik pragmatis. Romo Semar sedang berduka atas mangkatnya Ketua Dewan Pers yaitu Profesor Azyumardi Azra di Malaysia, kemarin. Selain sebagai penjaga pilar Pers Indonesia, Azyumardi dikenal sebagai tokoh budayawan dan Cendekia Muslim. Beberapa kali pernah menjadi bintang tamu acara Sarwo Sarwi Pedalangan TVRI.

Kopi pahit dan ubi rebus dibiarkan dingin di meja. Romo Semar sesekali menyeruput kopi pahitnya untuk menghalau rasa galau hatinya. Kepulan asap rokok klobot membawanya ke zaman Mahabarata, ketika terjadi interaksi cerdas antara Resi Bisma dengan Abiyasa atau Prabu Kresna Dwipayana.

Berita Terkait : Amarta Swasembada Energi

Kocap kacarito, Prabu Kresna Dwipayana atau Abiyasa sempat komplain dan mengeluh kepada Resi Bisma. Sebetulnya yang pantas menerima tahta kerajaan Hastina bukan dirinya, melainkan Resi Bisma atau Dewabrata. Karena Bisma adalah anak Prabu Sentanu pemegang tahta kerajaan Hastina sebelumnya. Sedangkan Abiyasa adalah anak Durgandini dari perkawinan sebelumnya dengan Begawan Parasara. Setelah berpisah dengan Parasara, Durgandini kawin dengan Prabu Sentanu Raja Hastina.
 Selanjutnya