Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk mengawinkan anaknya. Itulah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta pekan lalu. Sebagai pamongnya Jakarta, tamu yang hadir pun beragam. Mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Ketua Lembaga Tinggi Negara, Ketua Umum Partai, kalangan pebisnis, guru sampai rakyat biasa hadir memberi restu kepada pasangan pengantin. Sebagian kalangan memanfaatkan resepsi pernikahan tersebut sebagai “melting pot” untuk saling menyapa dan bersilaturahmi.
Seperti penggalan tembang Asmarandana, “Gegaraning wong akrami among ati pawitane”. Modal membangun rumah tangga adalah bersatunya dua hati. Dua keluarga Arab berjodoh dan dinikahkan dengan kearifan budaya lokal. Mulai dari budaya Jawa, budaya Melayu, tradisi Arab dan Internasional. Nuansa keberagaman khatulistiwa sangat terasa sekali. Pasangan pengantin mirip pasangan Kamajaya dan Kamaratih saat mengenakan baju penganten Jawa.
Baca juga : Argo Keloso Fashion Show
“Tapi ada yang kurang, Mo. Pak Anies tidak nanggap wayang. Sebagai rangkaian penutup hajatan temanten kemarin seharusnya gelar wayang di Ancol atau TMII,” celetuk Petruk. “Selain nguri-nguri kebudayaan sekalian memberikan hiburan kepada rakyatnya,” sambung Petruk, ngeyel.
Romo Semar senyum pertanda mengamini yang dikatakan anaknya, Petruk. Romo Semar sebetulnya sedang galau dengan gonjang-ganjing sanksi pemblokiran kebijakan pendaftaran penyelenggara sistem elektronik (PSE). Pemblokiran platform di era digital merupakan kebijakan bener tapi kurang pener. Kalau tidak hati-hati, bukan tidak mungkin pemblokiran ini akan berdampak pada sektor ekonomi.
Baca juga : Skandal Di Tirta Kamandanu
Seperti biasa, sarapan pagi Romo Semar ditemani kopi pahit dan ubi rebus. Sekali kali kepulan asap rokok klobot menari mengikuti apa kata sanubari. Semar flashback ke zaman Mahabarata di mana goro-goro terjadi saat Prabu Kresna mengawinkan anaknya Dewi Siti Sundari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.