Dark/Light Mode

Reaktualisasi Tahun Baru Hijriyah (7)

Mengembangkan Religious Mindedness

Senin, 9 September 2019 06:44 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Religious mindedness cenderung lebih terbuka dan tidak khawatir kemanapun akan pergi apapun yang akan dikerjakan.

Sepanjang tidak melanggar prinsip-prinsip ajaran maka sepanjang itu boleh dilakukan. Jalan hidup tidak hanya hitam-putih tetapi ada sejumlah warna lain dimungkinkan di dalam Islam.

Baca juga : Hijrah ke Langit

Pola-pola keagamaan religious minded lebih relevan untuk dikembangkan, karena akan memberi ruang otonomi dan kemerdekaan lebih luas kepada manusia.

Semua yang tidak bertentangan dengan Islam itulah Islam, sebagaimana sabda Rasulullah: “Hikmah atau kebajikan ada di mana-mana, di manapun anda temukan ambillah karena itu milik Islam”.

Baca juga : Deradikalisasi Makna Hijrah

Pola seperti ini juga lebih relevan dengan ayat: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”. (Q.S. Al-Hujurat/49:13).

Baca juga : Memahami Asal-usul Kalender Hijriyah (2)

Keistimewaan pola ini juga lebih menjanjikan kedamaian, kesejukan, ketenteraman, dan keadilan.

Dalam masyarakat Indonesia yang kondisi obyektif budaya, agama, dan kepercayaannya sangat majemuk, model religious mindedness ini lebih relevan untuk dikembangkan dan sesungguhnya untuk ukuran Indoneisa konsep ini lebih sesuai dengan konsep rahmatan lil ‘alamin yang sejati.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.