Dark/Light Mode

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (79)

Mengatasi NII (1)

Selasa, 22 Agustus 2023 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Isu yang mereka angkat ialah selama negara ini belum sepenuhnya berdasar kepada negara Islam maka selama itu tetap disebut negara jahili­yah. Jika ingin selamat dari kutu­kan Tuhan maka umat Islam harus hijrah ke NII. Jadi NII merupakan negara dalam negara. Mereka didoktrin untuk tiga hal pokok, yaitu masuk ke NII secara total dan dengan segala tanggung jawabnya, merekrut orang lain sebanyak-banyaknya ke dalam NII, dan mengumpulkan atau menyetor dana segar ke pimpinannya dengan jumlah yang tidak sedikit.

Menjadi NII secara total artinya sadar betul akan segala konsekwensinya, seperti umat Islam di masa awal Rasulullah Saw, memilih Islam berarti langsung harus berjihad dan berperang melawan musuh-musuh Tuhan. Tidak peduli kematian karena itu berarti mati syahid. Mereka juga harus merekrut orang-orang lain sebanyak-banyaknya dengan cara bagaimanapun untuk menambah populasi warga negara NII.

Baca juga : Anti Kekerasan

Mereka sudah mempunyai berbagai pola dan cara yang dapat dinilai berhasil.

Mereka mempengaruhi anak-anak muda yang sering mangkal di mal-mal dan di tempat-tempat umum lainnya seperti kampus dan tempat-tempat pertunjukan, lalu ­mereka dibawa ke suatu tempat dengan mata ditutup sehingga mereka tidak tahu alamat itu di mana. Mereka dikarantina ­dengan pengawasan ketat sampai mereka betul-betul di­anggap lulus untuk bersosialisasi ­dengan masyarakat.

Baca juga : Antara Islam Arab Dan Islam Nusantara

Mereka tidak peduli lagi kelanjutan kuliah­nya, status kepegawaian­nya, dan rela meninggalkan keluarga terdekatnya yang dianggapnya sebagai kafir dan thagut. Tidak sedikit jumlah keluarga menjadi berantakan karena terpapar dengan faham ini. Anak-anak yang tak berdosa menjadi korban, keluarga tertekan dengan rasa takut. Belum lagi rasa malu yang mendera ke­luarganya karena bagaimanapun ia adalah bagian dari keluarga yang tak dapat diingkari. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.