Dark/Light Mode

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (79)

Mengatasi NII (1)

Selasa, 22 Agustus 2023 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu Negara Islam Indonesia (NII) masih saja terus nyaring disuarakan, terutama setelah mencuatnya kasus Al-Zaitun.

Kenapa NII begitu sensitif? NII bukan hanya merupakan ancaman terhadap NKRI, ­tetapi menimbulkan keresahan di dalam masyarakat, karena kelompok ini sering menghalalkan segala cara dalam menjalankan aksinya.

Baca juga : Anti Kekerasan

Termasuk di antaranya melakukan brain washing generasi muda, termasuk kalangan mahasiswa. Bahkan ditengarai telah melakukan penculikan, perampokan, pencurian, penipuan, pencucian uang, dan cara-cara illegal lainnya.

Di sini kita tidak membedakan apa ada NII asli atau palsu. NII sudah menjadi nomenklatur yang menakutkan dan meresahkan masyarakat. Dalam lintasan sejarahnya, ada NII asli yang dulu merupakan warisan dari sejarah pergerakan nasional dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan dari kelompok Islam yang mengidolakan negara Islam.

Baca juga : Antara Islam Arab Dan Islam Nusantara

Namun, dalam kenyataannya Indonesia lebih memilih konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa. Dalam sejarah dikenal gerakan ideologi Islam yang menginginkan NII seperti Daud Beurauh di Aceh, Karto­suwiryo di Jawa Barat, Kahar Muzakkar di Sulawesi, dan di tempat-tempat lain.

Tentu saja meninggalnya pemimpin pergerakan itu tidak berarti hilangnya seluruh gera­kan itu. Mereka masih punya pengikut yang berusaha mempertahankan dan mengaktualkan kembali ajaran NII dengan segala cara, termasuk menggunakan cara-cara kerasan yang secara sporadis sering menimbulkan ketegangan di dalam masyarakat.

Baca juga : Transformasi Dari Qabilah Ke Ummah

Pembajakan pesawat Garuda Indonesia Air Ways di Tailand yang kemudian berhasil ditumpas oleh Komando Pasukan Khusus kita, merupakan salah satu contoh konkrit adanya gerakan tersebut. Generasi selanjutnya tentu masih ada, seperti kelompok yang melakukan aksi-aksi rekrutmen anak-anak muda kita dengan propaganda yang bertemakan jihad perjuangan Islam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.