Dark/Light Mode
Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (82)
Tasyaddud Bukan Jihad
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pokoknya jihad bertujuan untuk meningkatkan martabat dan kualitas hidup umat manusia, bukan untuk mencampakkan dunia kemanusiaan. Lebih khusus lagi ialah untuk memberikan citra positif Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, bukan mencitra negatifkan Islam dengan menebarkan rasa takut.
Kekerasan dan peperangan memang ditolerir dalam Islam tetapi dengan syarat yang amat ketat. Prof. Ali Jum’ah, salah seorang ulama terkemuka Al-Azhar Mesir, memberikan enam syarat atau etika agar peperangan tidak menjurus menjadi kekerasan atau terorisme, yaitu: 1) Cara dan tujuan perjuangan harus jelas dan mulia, 2) al-Qital (peperangan) hanya dibenarkan untuk angkatan perang, bukan penduduk sipil yang tak berdosa, 3) ¬al-qital harus dihentikan bila musuh sudah menyerah atau angkat tangan, 4) melindungi tawanan perang dan memperakukannya secara manusiawi, 5) memelihara lingkungan, tidak membunuh binatang tanpa alasan, tidak membakar pohon dan merusak tanaman, mencemari air, dan merusah rumah atau bangun, 6) menjaga hak dan kebebasan beragama para agamawan dan pendeta dengan tidak mencederai mereka.
Baca juga : Sirojudin Abbas: PAN Lagi Berusaha Perbaiki Elektabilitas
Rasulullah mencontohkan para tawanan perang Badr tidak mengeksekusi para laki-laki dan memperbudak perempuan tetapi menahannya di masjid dan pada saatnya mereka lepaskan semuanya. Ada yang ditebus dengan mengajarkan keterampilan bahasa, tukang kayu, tukang besi, keterampilan membuat senjata, mengajarkan seni, menyamak kulit, dan berbagai keterampilan lainnya.
Dengan demikian jihad dalam Islam tidak bisa diidentikkan dengan tindakan kekerasan. Jihad mengeliminir unsur kekerasan di dalam segala perjuangan.
Baca juga : Keharusan Adanya Pemimpin
Segala kekerasan, untuk apapun, kepada siapapun, oleh siapapun, dan atas nama apapun tidak ada tempatnya dalam Islam. Islam sesuai dengan namanya islam selalu berusaha mewujudkan kedamaian dan kesentausaan di dalam masyarakat tanpa membedakan agama, etnik, dan golongan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.