Dark/Light Mode
Teologi Lingkungan Hidup (111)
Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (1)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Kalangan Pantheisme menganggap alam semesta ini sebagai emanasi atau pancaran Tuhan, atau dengan sederhananya dapat disebut sebagai “tumpahan” Tuhan, sehingga dengan demikian, alam semesta ini tak lain adalah Tuhan itu sendiri. Dialah yang tampak di dalam berbagai bentuk dan sudah pasti alam semesta ini adalah sakral.
Dalam Masyarakat tradisional persahabatan dengan alam semesta lebih terlihat dan lebih terasa. Alam semesta diperlakukan sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan sakral meskipun tingkatannya berbeda-beda satu sama lain.
Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Dampak Desakralisasi Alam Semesta (2)
Hal ini terlihat jika mereka berinteraksi dengan alam seperti menggarap sawah, menanam benih, membuat perahu, menangkap ikan, pindah rumah, terjadi musibah, dan lain-lain, mereka melakukan semacam upacara “persahabatan” dengan alam, yang oleh orang luar menganggapnya pemujaan atau penyembahan alam semesta, sehingga dianggap sebagai praktek bid’ah atau sinkretisme.
Kalangan Masyarakat modern pun masih ada yang mempertahankan tradisi itu tetapi murni sebagai konteks persahabatan bukan sebagai pemujaan.
Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Dampak Desakralisasi Alam Semesta
Mereka menganggap alam semesta ini juga makhluk yang sakral yang memiliki hak dan kewajiban sebagaimana layaknya manusia. Mereka juga mengeksploitasi alam tetapi dengan kendali tatakrama tertentu yang jauh dari sukap sombong atau antroposentrisme. (Bersambung).
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 17 Januari 2024 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (111), Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.